JAKARTAHYPE.COM - Berita mengenai kondisi finansial Sarwendah belakangan ini menjadi sorotan publik setelah muncul kabar bahwa ia mengalami kerugian besar. Isu tersebut beredar seiring dengan fakta bahwa Sarwendah kini tidak lagi rutin mengadakan sesi penjualan langsung atau live shopping di platform media sosial.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa dampak dari penghentian aktivitas live tersebut mengakibatkan Sarwendah mengalami kerugian fantastis, bahkan mencapai angka Rp20 miliar. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar dan masyarakat umum mengenai kebenaran nominal kerugian tersebut.

Menanggapi spekulasi yang semakin memanas, pengacara resmi Sarwendah, Chris Sam Siwu, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar. Pihaknya merasa perlu memberikan pernyataan resmi untuk meredam kabar burung yang tidak berdasar.

Pertemuan atau konferensi pers mengenai hal ini dilakukan secara virtual melalui platform Zoom pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2026. Momen ini dimanfaatkan oleh sang pengacara untuk memberikan konfirmasi langsung kepada publik mengenai status bisnis kliennya.

Inti dari klarifikasi yang disampaikan adalah menyanggah keras angka kerugian yang disebut-sebut mencapai puluhan miliar rupiah. Pihak Sarwendah menilai informasi tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan cenderung mengada-ada.

"Tetapi apakah nilainya berapa? Saya pikir itu hoax lah ya Rp 20 miliar tidak lah tidak seperti itu ya," ucap Chris Sam Siwu dalam Zoom pada Sabtu (20/6/2026).

Pernyataan tegas dari Chris Sam Siwu tersebut secara eksplisit menolak kebenaran adanya kerugian finansial sebesar Rp20 miliar yang dikaitkan dengan penghentian aktivitas live Sarwendah. Hal ini mengindikasikan bahwa rumor tersebut hanyalah sebatas spekulasi belaka.

Dilansir dari berbagai sumber, isu mengenai kerugian besar ini muncul karena aktivitas penjualan online Sarwendah melalui siaran langsung memang sempat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi sang artis. Namun, alasan di balik pengurangan frekuensi live tidak dijelaskan secara rinci dalam pernyataan ini.

Chris Sam Siwu berharap dengan adanya bantahan resmi ini, publik dapat berhenti menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Klarifikasi ini bertujuan untuk menjaga nama baik dan stabilitas citra Sarwendah di mata publik.