JAKARTAHYPE.COM - Para penggemar waralaba global Pokémon bersiap menyambut kabar gembira mengenai destinasi wisata baru di Jepang. Sebuah inisiatif menarik tengah dikerjakan untuk mengubah salah satu fasilitas penerbangan di sana menjadi kawasan yang didedikasikan untuk karakter populer tersebut.

Fokus dari proyek ambisius ini adalah Bandara Noto-Satoyama, yang berlokasi di Prefektur Ishikawa, Jepang. Bandara ini direncanakan untuk mengalami peningkatan signifikan dengan mengadopsi tema visual dan pengalaman yang terinspirasi penuh dari dunia Pokémon.

Transformasi ini juga akan mencakup perubahan identitas resmi bandara tersebut. Bandara Noto-Satoyama akan secara resmi berganti nama menjadi Bandara Noto Satoyama Pokemon With You.

Perubahan nama dan tema ini akan mulai berlaku pada tanggal yang telah ditetapkan secara resmi. Peluncuran resmi "evolusi" bandara ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2026 mendatang.

Saat ini, Bandara Noto (sebelum berganti nama) hanya melayani rute penerbangan yang bersifat eksklusif. Layanan penerbangan terbatas tersebut hanya menghubungkan bandara ini ke dan dari Bandara Internasional Tokyo Haneda.

Rencana besar ini tidak hanya berhenti pada perubahan nama dan dekorasi awal saja. Fasilitas penerbangan tersebut telah merencanakan serangkaian kegiatan spesial bertema Pokémon yang akan menarik perhatian publik.

Atraksi dan berbagai acara khusus bertema Pokémon ini direncanakan akan diselenggarakan secara berkelanjutan. Kegiatan-kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung lama, yaitu hingga tanggal 30 September 2029.

Informasi mengenai program revitalisasi bandara yang unik ini telah tersebar luas di berbagai media internasional. "Bandara Noto-Satoyama, sebuah bandara di Prefektur Ishikawa, Jepang yang akan naik level menjadi bandara bertema Pokemon!" demikian disampaikan.

Perkembangan ini dikonfirmasi melalui pemberitaan media internasional mengenai proyek kolaborasi tersebut. "Bahkan, bandara ini akan berganti nama menjadi Bandara Noto Satoyama Pokemon With You, seperti dikutip dari Euronews, Jumat (22/5/2026)," tambah keterangan sumber tersebut.