JAKARTAHYPE.COM - Band Wayang, grup musik yang telah aktif sejak tahun 1995, baru-baru ini mengejutkan publik dengan peluncuran single terbaru mereka. Peluncuran ini bukan sekadar rilis lagu biasa, melainkan penanda babak baru bagi perjalanan karier band tersebut di industri musik Indonesia.
Transformasi yang dibawa Wayang kali ini sangat signifikan, meliputi perubahan formasi personel, warna musik, hingga keseluruhan vibe yang mereka usung. Bagi para penggemar lama yang mengikuti Wayang sejak era 90-an, perubahan ini tentu memberikan kejutan, namun sekaligus membangkitkan rasa penasaran akan arah baru mereka.
Wayang dikenal memiliki sejarah panjang dalam kancah musik nasional, dengan deretan lagu hits yang masih populer hingga kini, seperti "Damai" (1997), "Dongeng" (1999), hingga "Tak Pernah Salah" (2020). Band ini juga telah merilis berbagai album sukses sepanjang kariernya hingga pertengahan tahun 2026, sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan rebrand total.
Perubahan besar ini diresmikan dengan pengenalan formasi baru yang kini digawangi oleh lima personel terpilih. Formasi terkini Wayang terdiri dari Taurin (Vokal), Odji (Bass), Ilham (Gitar), Aie (Gitar), dan Farid (Drum).
Odji, sebagai satu-satunya anggota asli yang tersisa, menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan perjalanan Wayang muncul dari keinginannya dan dukungan dari manajemen. "Akhir tahun 2025 lalu hanya tersisa saya sebagai personil asli yang masih ingin meneruskan perjalanan Wayang. Dan Bunda Lilik sebagai orang tua Wayang ingin agar Wayang tetap selalu ada," jelas Odji.
Proses pencarian anggota baru tidak melalui audisi formal, melainkan didasarkan pada kesamaan visi dan kecocokan musikalitas yang langsung terasa. Odji menambahkan bahwa mereka menemukan personel baru melalui proses yang alami, "Ia juga menambahkan bahwa mereka menemukan personel baru tanpa audisi formal, tapi lebih ke chemistry yang langsung nyambung," ujar Odji.
Selain perubahan personel, Wayang juga melakukan pergeseran genre musik yang mencolok. Jika sebelumnya dikenal dengan musik pop rock yang kental, kini mereka memilih jalur alternative rock dengan nuansa yang lebih modern dan kuat. "Di karya terbaru, kami memang ingin menghadirkan Wayang dengan nyawa dan energi yang baru," lanjut Odji.
Perubahan identitas ini juga terlihat dari perubahan nama basis penggemar mereka, dari "Wayangku" menjadi "Pendongeng," yang menandakan keseriusan mereka dalam menghadapi fase baru ini. Perubahan paling signifikan adalah kehadiran Taurin sebagai vokalis perempuan, yang secara otomatis mengubah citra band secara keseluruhan.
Menanggapi perubahan ini, Taurin menyatakan bahwa pergantian fokus vokal memang disengaja untuk membawa nuansa baru. "Karena berganti menjadi vokalis perempuan, artinya kita mau berganti image juga. Tentunya akan terasa sekali perbedaannya dan akan menuai berbagai respon," ujar Taurin.