JAKARTAHYPE.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini menarik perhatian publik saat menyampaikan pandangannya di hadapan para pelaku usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Momen ini terjadi dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Peristiwa ini mencuat setelah Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menjadi sorotan di media sosial karena beberapa isu yang belakangan viral. Bahlil secara terbuka menyinggung status viral sang gubernur dalam konteks kepemimpinan daerah.

Dalam konteks industri hulu migas, Bahlil menyampaikan pandangannya bahwa menjadi figur yang dikenal publik, bahkan melalui pemberitaan viral, dapat menjadi indikator penting bagi seorang pejabat. Hal ini disampaikannya saat berinteraksi dengan para pemangku kepentingan industri energi.

Bahlil kemudian melontarkan pernyataan yang merujuk pada popularitas Rudy Mas'ud di linimasa digital saat itu. "Ini Gubernur yang lagi viral pak Rudy kalau jadi pejabat gak viral artinya gak top, plus minus biasa. Bagaimana memitigasi dan siasati. Kamu ketua Golkar kok, gak ada kita mundur-mundur," ujar Bahlil.

Pernyataan tersebut juga menyentil posisi Rudy Mas'ud sebagai Ketua Golkar, menyiratkan harapan agar kepemimpinan daerah terus bergerak maju tanpa surut langkah. Momen ini memperlihatkan dinamika komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam forum bisnis strategis.

Lebih lanjut, Menteri ESDM menegaskan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap kelancaran investasi di sektor migas nasional. Dukungan ini dianggap krusial untuk memastikan proyek-proyek strategis dapat berjalan sesuai rencana tanpa hambatan birokrasi.

Sebagai contoh konkret, Bahlil mengapresiasi perkembangan proyek pengembangan lapangan gas baru yang dikerjakan oleh perusahaan energi Eni di Kalimantan Timur. Proyek ini memiliki nilai strategis tinggi bagi ketahanan energi nasional di masa depan.

Menurut data yang disampaikan, potensi sumber daya dari blok baru yang dikelola Eni tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) gas. Selain itu, terdapat pula kondensat setara dengan 200 ribu barel minyak yang signifikan untuk produksi energi.

Bahlil secara spesifik meminta agar para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menjaga koordinasi yang erat dengan kepala daerah setempat. "Saya minta KKKS koordinasi denagn kepala daerah contoh kemarin saya apresiasi kepada ENI yang mengumumkan dapat blok baru di Kaltim 5 tcf gas dan 200 ribu kondensat barel," ujarnya.