JAKARTAHYPE.COM - Kebutuhan cairan tubuh yang tercukupi merupakan elemen krusial dalam menjaga hampir seluruh fungsi vital tetap berjalan optimal. Air berperan dalam pengaturan suhu tubuh, transportasi nutrisi, kelancaran sirkulasi darah, serta mendukung kinerja otak dan ginjal.
Namun, banyak orang cenderung baru minum ketika muncul rasa haus. Padahal, rasa haus bukanlah indikator pertama tubuh mengalami kekurangan cairan. Dehidrasi ringan bisa saja sudah terjadi meski belum terasa haus yang jelas.
Jika kebiasaan kurang minum terus berlanjut, dampaknya meluas melampaui sekadar dehidrasi. Berbagai risiko kesehatan serius mengintai tubuh akibat asupan cairan yang tidak memadai.
Kurang minum terbukti dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stres, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah penelitian. Peserta yang hanya mengonsumsi sekitar 1,5 liter air per hari menunjukkan peningkatan kadar hormon kortisol yang lebih tinggi saat menghadapi simulasi wawancara kerja dan tes berhitung.
"Hasilnya menunjukkan kadar hormon kortisol meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok yang minum sesuai anjuran," demikian temuan penelitian tersebut dari Liverpool John Moores University. Hormon kortisol yang terus meningkat saat tertekan dikaitkan dengan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan kesehatan mental dalam jangka panjang.
Selain itu, kekurangan cairan dapat menurunkan volume darah, memaksa jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh terasa lebih lemas karena suplai oksigen yang berkurang.
Otak sangat bergantung pada kecukupan cairan untuk berfungsi optimal. Saat tubuh kekurangan air, aliran darah ke otak dapat berkurang, yang mengakibatkan penurunan fungsi kognitif.
"Dehidrasi dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk kemampuan untuk fokus," sebut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics pada tahun 2021. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi.
Kekurangan cairan juga dapat memicu berbagai keluhan lain, seperti sakit kepala, pusing, dan kelelahan. Keluhan-keluhan ini dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat, terutama saat bekerja atau belajar.