JAKARTAHYPE.COM - Aksi konten kreator TikTok yang dikenal sebagai Reizuka Ari baru-baru ini menjadi sorotan luas di media sosial setelah ia memamerkan kebiasaannya mengonsumsi suplemen dalam jumlah besar sekaligus. Kejadian ini terjadi pada tanggal 26 Mei 2026, memicu diskusi serius mengenai etika dan keamanan konsumsi vitamin.

Reizuka Ari, yang memiliki nama asli Ari Kurniawan, terekam dalam video sedang memegang dan menelan segenggam pil suplemen dari berbagai merek, termasuk produk terkenal dari Australia. Ia terlihat menunjukkan tumpukan vitamin tersebut di tangannya sebelum menelannya dalam satu waktu.

"Fun fact aku bisa minum suplemen langsung segini," ujar Reizuka Ari dalam video yang kemudian viral tersebut, menunjukkan aksinya kepada para pengikutnya. Tindakan ini segera menarik perhatian dan menimbulkan kekhawatiran dari kalangan profesional kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, seorang apoteker bernama Heni menyampaikan peringatan keras melalui konten TikTok miliknya mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh kebiasaan tersebut. Heni menyoroti potensi risiko interaksi zat aktif antar suplemen yang dikonsumsi secara bersamaan.

Apoteker Heni menjelaskan bahwa setiap suplemen memiliki panduan konsumsi spesifik demi memastikan penyerapan zat aktifnya berjalan optimal di dalam tubuh. Berdasarkan pengamatan terhadap video viral Reizuka Ari, Heni khawatir terjadi bentrokan zat aktif jika semua pil ditelan sekaligus.

"Ada potensi interaksi antara zat besi dan zinc yang ada di multivitamin dengan kalsium. Kalau mereka dikonsumsi barengan, mereka akan bersaing penyerapannya di usus. Hasilnya, keduanya tidak akan diserap optimal," jelas Heni mengenai dampak persaingan penyerapan nutrisi dalam usus.

Selain masalah penyerapan yang menjadi sia-sia, Heni juga menyoroti adanya risiko penumpukan atau overlapping dosis zat aktif. Ia secara spesifik mengalkulasi bahwa total Vitamin B6 yang dikonsumsi Reizuka dalam sekali minum bisa mencapai 80mg akibat kombinasi beberapa suplemen berbeda.

Dilansir dari Suara, kebiasaan mengonsumsi vitamin dalam jumlah berlebih ini juga pernah disoroti oleh pakar medis lainnya. Profesor Kedokteran dari University of Michigan, Robert J. Fontana, MD, pernah mengingatkan masyarakat mengenai kesalahpahaman umum bahwa suplemen memiliki tingkat keamanan yang setara dengan konsumsi buah-buahan alami.

Pandangan serupa disampaikan oleh Olivia Thomas, MS, RD, LDN dari Boston Medical Center, sebagaimana dilansir dari laman Dinas Kesehatan Aceh. Ia menekankan bahwa suplemen hanya berfungsi sebagai penambah nutrisi, bukan jalan pintas menuju kesehatan, dan tidak bisa menggantikan pola makan yang seimbang.