Jakarta, JakartaHype.com - Penyakit lambung seperti maag dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kini menjadi keluhan kesehatan yang sangat umum ditemukan di masyarakat. Gejalanya pun beragam, mulai dari nyeri ulu hati, dada terasa terbakar (heartburn), hingga rasa mual dan perut kembung yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski konsumsi obat-obatan sering menjadi solusi standar, ahli kesehatan menyebut bahwa perubahan gaya hidup memiliki peran yang tak kalah krusial. Melansir laporan Harvard Health Publishing, Dr. Jacqueline Wolf, seorang ahli gastroenterologi dan profesor kedokteran di Harvard Medical School, merekomendasikan beberapa cara alami untuk meredakan asam lambung tanpa ketergantungan pada obat.

Strategi Pola Makan dan Jenis Konsumsi

Dr. Wolf menekankan bahwa porsi makan sangat memengaruhi tekanan pada katup kerongkongan. Ia menyarankan masyarakat untuk beralih ke pola makan dalam porsi kecil namun lebih sering, dibandingkan makan besar tiga kali sehari.

"Saat perut terlalu penuh, risiko asam lambung naik ke kerongkongan menjadi lebih tinggi," jelas laporan tersebut. Selain porsi, pemilihan menu juga menjadi kunci. Penderita disarankan menghindari pemicu seperti makanan berlemak, pedas, cokelat, kopi, hingga minuman bersoda yang dapat memicu sendawa dan membawa asam naik.

Aturan Aktivitas Pasca-Makan

Satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah langsung tidur setelah makan. Para ahli menyarankan jeda minimal tiga jam sebelum berbaring. Hal ini termasuk menghindari tidur siang segera setelah makan siang atau camilan tengah malam.

Selain itu, olahraga berat atau aktivitas yang mengharuskan tubuh membungkuk setelah makan perlu dihindari. Gerakan-gerakan ini secara fisik dapat mendorong asam keluar dari lambung menuju kerongkongan.

Posisi Tidur dan Faktor Berat Badan