JAKARTAHYPE.COM - ASHTA District 8 baru-baru ini menyelenggarakan program kurasi bertajuk Artcycle dengan tema spesifik Earthform, yang berfokus pada eksplorasi seni, desain, dan pemanfaatan material berkelanjutan dalam rangka perayaan Earth Month. Program ini berlangsung selama satu bulan penuh, dimulai dari 20 April hingga 17 Mei 2026, dan berlokasi di area Melting Pot pusat gaya hidup tersebut.

Earthform menjadi wadah pertemuan antara berbagai merek yang berkomitmen pada keberlanjutan dengan seniman visual kontemporer terkemuka di Indonesia. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk menggali potensi material yang sering terabaikan, seperti plastik daur ulang, sisa tekstil, hingga material berbasis hayati, dan mengubahnya menjadi karya seni baru yang memiliki nilai estetik dan fungsional.

Pengunjung diajak untuk merasakan pengalaman yang mendalam dan imersif, memungkinkan mereka secara langsung menyaksikan proses evolusi limbah menjadi bentuk-bentuk kreatif dan inspiratif. Hal ini menegaskan bahwa Earthform bukan sekadar pameran seni biasa, melainkan sebuah perayaan nyata atas kreativitas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Leonardo Slatter, selaku Senior Manager Marketing Communications ASHTA District 8, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian integral dari komitmen pusat perbelanjaan tersebut dalam menghadirkan program yang tidak hanya relevan secara artistik tetapi juga memberikan dampak positif. "Kami berharap inisiatif ini dapat membuka perspektif baru tentang keberlanjutan, sekaligus mendorong kolaborasi dari berbagai latar belakang kreatif dalam melihat potensi material di sekitar kita," ujar Leonardo.

Rangkaian Artcycle: Earthform menampilkan sejumlah kolaborasi menarik, meliputi Aharimu x Chop Value, Alphabad x Rebricks, Gula x norm:al: living, Harishazka x Bell Living Lab, serta Lala Bohang x Pable. Setiap pasangan ini menyajikan interpretasi unik yang memperkuat prinsip desain sirkular, mulai dari produk yang fungsional hingga eksplorasi artistik murni.

Program ini mendapatkan dukungan signifikan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), yang memiliki fokus kuat pada pelestarian lingkungan melalui lima pilar keberlanjutan, termasuk gerakan pengelolaan sampah organik. Dukungan BLDF ini sejalan dengan semangat Artcycle dalam mengangkat nilai material limbah menjadi produk bernilai guna.

Director – Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam mengedukasi publik mengenai isu lingkungan. "Kami melihat acara ini sebagai inisiatif yang menghadirkan pendekatan baru dalam mengomunikasikan isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah, menjadi lebih relevan, kreatif, dan inspiratif," kata Mutiara Diah Asmara. Ia menambahkan, "Hadirnya kolaborasi ini, kami harap dapat menumbuhkan kesadaran serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan."

Dalam rangkaian acara, Liberty Society bekerja sama dengan MOP Beauty mempersembahkan inisiatif bertajuk Journey into Sustainability, yang secara visual dan edukatif membahas pengelolaan sampah di Indonesia, termasuk menyoroti realitas di Bantar Gebang. Instalasi imersif, seperti kanopi berbahan Tyvek yang terinspirasi dari lanskap Bantar Gebang, mengajak publik memahami bahwa sampah memiliki potensi untuk diolah ulang.

Pengunjung dapat berinteraksi lebih jauh di area seperti Upcycled Museum untuk melihat proses transformasi material, serta mengunjungi Repair Station guna mempersonalisasi tote bag dengan pernak-pernik ramah lingkungan. Partisipasi publik juga didorong melalui instalasi Tree of Hope bersama Paperina dan berbagai Dropbox Station untuk limbah plastik, kertas, serta kemasan kosmetik bersama MOP Beauty.