JAKARTAHYPE.COM - Amerika Serikat dikabarkan tengah mematangkan rencana untuk mengerahkan sistem senjata hipersonik terbarunya yang dinamai Dark Eagle di kawasan Timur Tengah. Langkah ini mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam kapabilitas militer AS di wilayah tersebut.

Menurut informasi yang beredar, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengajukan permintaan resmi untuk penempatan sistem Long Range Hypersonic Weapon tersebut. Sistem ini merupakan rudal hipersonik berbasis darat pertama milik AS yang diklaim telah mencapai tahap kesiapan operasional awal.

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat membenarkan bahwa penyiapan Dark Eagle merupakan sebuah tonggak penting bagi militer AS. Hal ini menandai pertama kalinya Washington memiliki senjata hipersonik darat yang siap digunakan dalam skenario pertempuran aktif.

Dilansir dari FoxNews, motivasi utama di balik langkah ini adalah kekhawatiran yang meningkat terhadap kapabilitas militer Republik Islam Iran. Intelijen AS menilai bahwa sejumlah peluncur rudal balistik Iran kini telah berpindah posisi.

Posisi baru peluncur rudal Iran tersebut dinilai berada di luar jangkauan efektif sistem senjata AS yang sudah ada, termasuk Precision Strike Missile. Ini memperkuat perlunya sistem serangan baru yang lebih cepat dan mampu bermanuver.

Dark Eagle dirancang dengan kemampuan untuk melaju pada kecepatan hipersonik sambil mampu melakukan manuver di udara selama penerbangan. Keunggulan ini memungkinkan rudal tersebut menyerang target pada jarak yang sangat jauh, berpotensi melampaui 2.700 kilometer.

Kombinasi kecepatan ekstrem dan jangkauan luas menjadikan Dark Eagle sangat efektif untuk menargetkan sistem bergerak atau yang memiliki pertahanan kuat, seperti peluncur rudal. Senjata ini sulit dideteksi dan dicegat dibandingkan rudal balistik konvensional.

Berbeda dari rudal balistik tradisional, senjata hipersonik memiliki kemampuan manuver saat terbang, yang secara signifikan mempersulit sistem pertahanan musuh dalam melacak dan mencegatnya.

Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari pihak pemerintah AS mengenai pengerahan sistem Dark Eagle ke Timur Tengah. Para pejabat juga masih belum memberikan konfirmasi langsung mengenai adanya permintaan penempatan tersebut.