JAKARTAHYPE.COM - Sebuah temuan arkeologi sensasional di Eropa berhasil mengusik kembali perdebatan mengenai kebenaran narasi kitab suci yang selama ini dipercaya. Para peneliti mengklaim telah mengidentifikasi artefak kuno yang diyakini merepresentasikan momen krusial saat Nabi Musa menerima Sepuluh Perintah Tuhan.
Relik berusia sekitar 1.500 tahun ini ditemukan secara tersembunyi di dalam struktur altar marmer pada sebuah gereja tua di Austria. Artefak tersebut ditemukan dalam kondisi tersegel rapi, menjadikannya terlindungi dari kerusakan selama berabad-abad lamanya.
Tim peneliti dari University of Innsbruck mengungkapkan bahwa lokasi gereja tersebut di masa lampau sempat berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi penganut paganisme. Fungsi tersebut berubah setelah adanya perubahan hukum kekaisaran yang diberlakukan lebih dari 1.600 tahun silam.
Pemimpin tim arkeologi, Geral Grabherr, mengungkapkan betapa langkanya penemuan semacam ini dalam dunia ilmu kepurbakalaan. "Kami tahu penemuan seperti ini hanya terjadi sekali dalam kehidupan arkeologi sebagai ilmuwan," ujar Geral Grabherr, dilansir dari Daily Mail, Sabtu (4/4/2026).
Gereja tempat penemuan ini berdiri memiliki dimensi panjang sekitar 18 meter, dihiasi dengan ornamen marmer, serta dilengkapi area pemakaman di sisi selatan dan barat bangunannya. Batu tersegel yang menjadi wadah relik ditemukan berada di cekungan yang berfungsi sebagai altar utama.
Relik berbentuk lingkaran tersebut ternyata memiliki perekat berbahan dasar logam dan pengait yang terbuat dari kayu. Sayangnya, saat ditemukan, kondisi artefak tersebut sudah tidak utuh dan telah terpecah menjadi beberapa bagian yang terpisah.
Di dalam kotak penyimpanan ditemukan sejumlah figur yang digambarkan secara detail. Figur-figur tersebut mencakup sosok pria berjenggot dengan jubah panjang, serta adegan yang diduga kuat mengacu pada kisah-kisah penting dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
Berdasarkan analisis mendalam yang dilakukan oleh tim ahli, kesimpulan sementara menyebutkan bahwa gambar-gambar tersebut kemungkinan besar menggambarkan sosok Nabi Musa dan Yesus Kristus. Salah satu adegan spesifik diduga keras adalah momen ketika Musa menerima firman Ilahi atau saat ia membelah Laut Merah menggunakan tongkatnya.
Lebih lanjut, tim peneliti juga mencatat bahwa material penyusun kotak tersebut tidak ditemukan di wilayah Austria Selatan. Hal ini memunculkan dugaan bahwa boks artefak tersebut kemungkinan besar tidak berasal dari wilayah geografis Austria Selatan.