JAKARTAHYPE.COM - Situasi pasar gawai pintar global menunjukkan adanya tekanan biaya yang signifikan pada komponen memori, yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga pada banyak perangkat Android. Kondisi ini menciptakan dinamika menarik menjelang peluncuran perangkat unggulan dari Apple.
Para analis kini memproyeksikan bahwa Apple akan mengadopsi "strategi penetapan harga agresif" ketika mereka resmi memperkenalkan lini iPhone 18 Pro dan Pro Max pada musim gugur mendatang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tren kenaikan biaya di industri semikonduktor.
Dikutip dari 9to5Mac pada Jumat (1/5), perkiraan ini muncul seiring dengan potensi penyusutan pasar Android secara keseluruhan tahun ini. Penyebab utamanya adalah beberapa model ponsel pintar yang lebih terjangkau terpaksa tidak diproduksi akibat tingginya tekanan biaya produksi.
Analis Jeff Pu mengemukakan pandangannya mengenai manuver harga yang mungkin diambil oleh raksasa teknologi asal Cupertino tersebut. "Apple kemungkinan menggunakan 'strategi penetapan harga agresif' untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max, setidaknya untuk model dasar," sebut Jeff Pu dalam sebuah risetnya.
Perkiraan yang disampaikan oleh Jeff Pu ini ternyata sejalan dengan pandangan analis industri terkemuka lainnya, yaitu Ming-Chi Kuo. Kuo sebelumnya telah mengindikasikan bahwa keinginan Apple adalah menjaga banderol harga model entry-level tetap sama seperti yang ditawarkan pada generasi sebelumnya.
Jika skenario ini terwujud, maka harga peluncuran untuk iPhone 18 Pro dan model Pro Max kemungkinan akan dimulai dari 1.099 dolar AS (setara sekitar Rp19,1 juta) dan 1.199 dolar AS (sekitar Rp20,8 juta) secara berurutan. Harga ini akan menjadi upaya Apple untuk menjaga daya saing.
Namun, terdapat ruang bagi Apple untuk melakukan penyesuaian harga pada varian produk dengan kapasitas penyimpanan internal yang lebih besar. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola margin keuntungan mereka.
Dengan mempertahankan harga model paling terjangkau, Apple dapat menghindari potensi penurunan margin keuntungan yang lebih besar di tengah kenaikan biaya komponen. Strategi ini memungkinkan mereka menjaga konsistensi harga di segmen awal pasar.
Berita ini bersumber dari informasi yang dikumpulkan dan disiarkan oleh 9to5Mac pada hari Jumat tanggal 1 Mei. Informasi ini kemudian diterjemahkan oleh Farhan Arda Nugraha dan disunting oleh Maryati.