JAKARTAHYPE.COM - Saat ini, San Jose Earthquakes memimpin klasemen, sebuah situasi yang jarang terjadi dalam beberapa musim terakhir mengingat mereka mengawali musim 2026 dengan banyak keraguan. Mereka berhasil mencatatkan rekor impresif 9 kemenangan, 2 imbang, dan hanya 1 kekalahan, memimpin perburuan Supporters Shield.

Satu-satunya kekalahan yang mereka derita adalah saat melawan Seattle Sounders dengan skor tipis 1-0 pada bulan Maret, yang menjadi penanda penting bagi rivalitas kedua tim.

Terakhir kali San Jose memimpin liga adalah pada tahun 2012, sebuah periode yang dikenang oleh sebagian penggemar sebagai era "The Goonies," meskipun kenangan tersebut berbeda bagi kubu lawan. Menjelang September 2012, Seattle Sounders datang dengan misi balas dendam setelah dua kekalahan beruntun dari tim California tersebut, terutama dalam pertandingan penentuan Heritage Cup kedua dan terakhir tahun itu.

Kompetisi Heritage Cup sendiri merupakan ide dari penggemar Earthquakes, Rob Stevenson, yang bertujuan menghormati tim MLS yang memiliki akar sejarah dari era NASL, seperti Pele dan Beckenbauer. Seattle dan San Jose adalah dua tim yang memiliki ikatan historis tersebut saat Sounders bergabung pada 2009.

Meskipun Portland dan Vancouver ikut bergabung dua tahun kemudian, mereka memilih untuk tidak berpartisipasi agar membedakan kompetisi ini dari Cascadia Cup yang lebih terkenal.

Seattle Sounders, yang sebelumnya telah menelan dua kekalahan dari San Jose (meskipun hanya satu yang dihitung untuk Piala), memasuki pertandingan ini dalam posisi sulit dan membutuhkan kemenangan untuk membalikkan keadaan dari kekalahan 2-1 yang mereka alami di tengah musim panas.

Pertandingan penentuan tersebut berlangsung di CenturyLink Field di hadapan 38.948 penonton, dan Sounders langsung berada di bawah tekanan sejak awal laga dimulai. Simon Dawkins berhasil membuka keunggulan bagi tim tamu hanya dalam dua menit pertama akibat salah komunikasi antara Steve Zakuani dan Leo Gonzales.

Namun, Zakuani segera menebus kesalahannya hanya 12 menit kemudian, setelah berjuang melewati tiga bek di tepi kotak penalti, ia berhasil mengirim umpan tarik kepada Sammy Ochoa yang menyambutnya dengan sempurna dari jarak dekat. Gol tersebut menjadi penanda kembalinya winger tersebut setelah absen akibat cedera parah yang mungkin merupakan yang terburuk dalam sejarah Sounders.

Sayangnya, gol penyeimbang tersebut tidak bertahan lama karena pemain berbahaya San Jose, Chris Wondolowski, mencetak golnya yang ke-22 musim itu. Ia berhasil menyontek bola melewati kiper Michael Gspurning setelah menerima tembakan yang diblok, mengembalikan keunggulan bagi Earthquakes.