JAKARTAHYPE.COM - Stres merupakan bagian tak terhindarkan dari dinamika kehidupan modern yang kerap kita hadapi setiap hari. Kondisi ini, jika dibiarkan berkepanjangan, dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental seseorang.
Secara alami, manusia merasakan stres, namun ketika kondisi tersebut menjadi kronis, daya tahan tubuh dan fungsi vital tubuh bisa terganggu. Pemicu stres bisa datang dari berbagai faktor, salah satunya adalah kenaikan hormon kortisol dalam sistem tubuh.
Menariknya, pola asupan nutrisi sehari-hari juga mempunyai peran penting dalam memengaruhi tingkat ketegangan emosional yang dirasakan. Pola makan yang tidak tepat dapat memperburuk respons tubuh terhadap tekanan hidup.
Hal ini dikemukakan oleh seorang pakar gizi terkemuka yang memberikan pandangan mengenai korelasi antara makanan dan kesehatan mental. Menurutnya, ada beberapa kebiasaan makan yang harus dihindari untuk menjaga keseimbangan emosi.
Dilansir dari Food NDTV pada tanggal 17 Juni 2026, Rujuta Diwekar, seorang ahli gizi, menyoroti bahwa pola makan yang buruk dapat memperparah kondisi stres yang sedang dialami seseorang.
Lebih lanjut, Rujuta Diwekar menjelaskan bahwa terdapat tiga pola makan spesifik yang secara ilmiah terbukti dapat meningkatkan beban stres pada tubuh. Oleh karena itu, kesadaran akan hal ini sangat penting untuk diterapkan.
"Pola makan yang buruk juga dapat memperburuk stres," ujar Rujuta Diwekar, menggarisbawahi pentingnya memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Ahli gizi tersebut menyarankan agar masyarakat mulai mengevaluasi kebiasaan konsumsi mereka guna meminimalisir faktor pemicu stres dari sisi nutrisi. Tiga pola makan tersebut merupakan poin utama yang perlu diperhatikan oleh semua kalangan.
Dikutip dari Food NDTV, Rujuta Diwekar juga memaparkan bahwa menghindari ketiga kebiasaan makan tersebut merupakan langkah preventif yang efektif untuk mengelola kadar kortisol.