JAKARTAHYPE.COM - Proses pendekatan atau Pedekate (PDKT) yang sehat idealnya berlangsung secara bertahap, memungkinkan kedua belah pihak saling mengenal secara objektif. Namun, dinamika kencan modern kini memperkenalkan sebuah fenomena baru yang disebut floodlighting.
Floodlighting merujuk pada kebiasaan seseorang membagikan informasi pribadi secara berlebihan dan terlalu cepat di awal perkenalan. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh penulis dan akademisi terkemuka, Brené Brown.
Dilansir dari Popbela, yang merujuk pada Attachment Project, perilaku floodlighting ini sejatinya mirip dengan oversharing. Perbedaannya terletak pada konteksnya yang lebih spesifik terjadi dalam fase penjajakan hubungan asmara.
Keterbukaan yang diperlihatkan secara berlebihan pada tahap awal interaksi ini justru menimbulkan risiko ketidakseimbangan dalam dinamika hubungan yang terbentuk. Hal ini sering kali menjadi tanda bahaya bagi kesehatan relasi di masa depan.
Terdapat beberapa alasan psikologis kompleks mengapa seseorang cenderung melakukan floodlighting saat mendekati calon pasangan. Salah satunya adalah karena adanya luka emosional masa lalu atau trauma masa kecil yang belum terselesaikan.
"Dorongan pertama adalah keinginan menguji penerimaan orang lain, di mana keterbukaan dipakai sebagai tes untuk melihat respons pasangan terhadap kekurangan mereka," demikian penjelasan mengenai salah satu pemicu perilaku ini.
Alasan psikologis kedua yang mendorong perilaku ini adalah ambisi untuk mempercepat terciptanya keintiman secara instan. Padahal, kedekatan emosional yang sehat memerlukan proses membangun kepercayaan yang konsisten seiring berjalannya waktu.
Selain itu, ada pula alasan ketiga di mana kerentanan justru digunakan sebagai sebuah alat kontrol dalam interaksi tersebut. Bersikap terlalu terbuka sejak awal tanpa disadari menjadi mekanisme pertahanan ego untuk mengendalikan alur komunikasi.
Ironisnya, perilaku floodlighting ini justru dapat menjadi bumerang bagi pelakunya, sebab calon pasangan dapat merasa tertekan untuk membalas intensitas keterbukaan yang diberikan. Akibat dari intensitas yang terlalu tinggi ini, orang lain cenderung merasa tidak nyaman dan akhirnya menjauh.