JAKARTAHYPE.COM - Sebanyak 73 persen individu yang mengidap diabetes di Indonesia belum menyadari kondisi kesehatannya. Hal ini menimbulkan tantangan serius dalam penanganan penyakit tidak menular di tanah air.

Fenomena tingginya angka diabetes yang tidak terdiagnosis ini menjadi perhatian utama dalam sektor kesehatan. Banyak kasus baru terungkap ketika pasien sudah dalam kondisi komplikasi parah.

Komplikasi yang sering muncul akibat diabetes yang tidak terkontrol meliputi penyakit jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan yang dapat berujung pada kebutaan permanen.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Em Yunir, menyoroti bahwa mayoritas penderita diabetes di Indonesia tidak menyadari penyakit mereka. Mereka baru terdeteksi saat berobat untuk penyakit lain atau dalam situasi darurat.

"Sekitar 70 persen lebih pasien tidak terdiagnosis. Jadi yang bersangkutan tidak menyadari bahwa dia diabetes, hingga akhirnya terdeteksi saat berobat penyakit lain atau masuk kondisi gawat darurat," ujar Em Yunir.

Pernyataan ini disampaikan Em Yunir dalam sebuah Forum Jurnalis Kesehatan yang membahas 'Strategi, Aksi, Kolaborasi Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik'. Acara tersebut berlangsung di Jakarta pada hari Senin, 20 Juli 2026.

Forum ini bertujuan untuk menggarisbawahi pentingnya deteksi dini dan penanganan diabetes untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam upaya ini.

Dikutip dari sumber berita, tingginya angka yang tidak terdiagnosis menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai gejala diabetes dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Upaya pencegahan dan deteksi dini perlu digencarkan untuk mengurangi beban kesehatan akibat komplikasi diabetes. Hal ini penting demi kualitas hidup masyarakat Indonesia.