Jakarta, JakartaHype.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya wilayah Ibu Kota Jakarta. 

Berdasarkan data terbaru periode 26 Februari hingga 1 Maret 2026, intensitas hujan ekstrem tercatat mencapai 133,2 mm/hari di Papua Barat, sementara wilayah DIY, Surabaya, dan Maluku Utara juga melaporkan hujan lebat yang signifikan.

Lantas, bagaimana prospek cuaca untuk sepekan ke depan?

Fenomena "Keroyokan" Atmosfer

Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer Indonesia saat ini sedang dipengaruhi oleh kombinasi beberapa fenomena global dan regional sekaligus.

"Kombinasi antara La Niña kategori lemah di Pasifik, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase 5 dan 6, serta kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia menciptakan kondisi yang sangat mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif," tulis laporan resmi BMKG, Selasa (3/3/2026).

Selain itu, adanya sistem tekanan rendah di Samudra Pasifik utara Papua dan Teluk Carpentaria membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan selatan NTT hingga Australia, yang diprediksi akan menyuplai curah hujan tinggi di wilayah sekitarnya.

Peta Kerawanan: 2 hingga 8 Maret 2026

BMKG membagi peringatan dini dalam dua fase waktu krusial untuk membantu masyarakat melakukan mitigasi:

Fase Pertama (2 - 4 Maret 2026)

Pada periode ini, konsentrasi cuaca ekstrem akan berpusat di bagian tengah dan selatan Indonesia.

- Status SIAGA (Hujan Sangat Lebat): Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

- Status WASPADA (Hujan Sedang-Lebat):
Wilayah Sumatera (Aceh hingga Lampung), DKI Jakarta, Kalimantan Utara/Timur, Maluku, hingga seluruh daratan Papua.

Fase Kedua (5 - 8 Maret 2026)

Memasuki akhir pekan, area dengan risiko tinggi bergeser dan meluas, termasuk ke wilayah ibu kota.

- Status SIAGA (Hujan Sangat Lebat): DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Nusa Tenggara Timur.

- Peringatan Angin Kencang: Masyarakat di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku diimbau waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat merusak infrastruktur atau menumbangkan pohon.

Imbauan Keselamatan Hidrometeorologi

BMKG menekankan agar para pemangku kepentingan dan masyarakat umum mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.

"Kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan perencanaan aktivitas luar ruang, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan ibadah atau wisata," tegas BMKG.

Bagi warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai atau lereng perbukitan, diharapkan tetap memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal komunikasi resmi pemerintah setempat guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.