Jakarta, JakartaHype.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di hampir seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan selama dua hari ke depan.

Berdasarkan rilis terbaru, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi akan menyelimuti tanah air pada periode 3 hingga 4 April 2026.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas atmosfer yang memicu konsentrasi awan hujan merata di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua.

BMKG memperingatkan bahwa cuaca ekstrem ini berisiko tinggi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, hingga tanah longsor yang dapat melumpuhkan mobilitas warga.

Jawa Barat dan Jawa Tengah Masuk Status Siaga

Pada Jumat, 3 April 2026, BMKG menetapkan status SIAGA untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua Pegunungan. Warga di wilayah ini diminta bersiap menghadapi intensitas hujan yang sangat tinggi.

Sementara itu, wilayah padat penduduk seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, serta sebagian besar provinsi di Kalimantan dan Sulawesi berada dalam status WASPADA.


Potensi Angin Kencang di NTT

Memasuki Sabtu, 4 April 2026, Jawa Barat tetap menjadi fokus utama dengan status SIAGA yang belum dicabut. Di sisi lain, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan perhatian khusus karena ancaman angin kencang yang diprediksi akan menyertai cuaca buruk di wilayah tersebut.

Rincian Wilayah Terdampak (Status Waspada)

Masyarakat di provinsi berikut diminta tetap memantau perkembangan cuaca lokal:

Sumatera: Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.

Jawa & Bali: DKI Jakarta, Banten, DIY, dan Jawa Timur.
Kalimantan & Sulawesi: Hampir seluruh provinsi di kedua pulau besar ini masuk dalam daftar pantauan hujan sedang-lebat.

Indonesia Timur: Maluku, Maluku Utara, serta seluruh provinsi di wilayah Papua.

Pihak berwenang menyarankan warga untuk rutin memeriksa saluran drainase dan menghindari area rawan longsor saat hujan turun dengan durasi lama. Informasi pembaruan cuaca dapat diakses secara berkala melalui kanal resmi BMKG.