JAKARTAHYPE.COM - Keinginan untuk memiliki wajah cerah secara cepat mendorong banyak wanita mengabaikan aspek keamanan dalam pemilihan produk perawatan kulit. Padahal, proses alami regenerasi kulit membutuhkan rentang waktu yang signifikan dan tidak bisa dipercepat secara instan demi hasil yang aman.

Fenomena penggunaan produk yang menjanjikan hasil instan dalam waktu singkat, seperti seminggu, dianggap tidak realistis oleh para ahli dermatologi. Penggunaan produk semacam ini sangat berisiko menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung kulit atau skin barrier, bahkan bisa memicu dampak permanen.

Hal ini diungkapkan oleh Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja, dalam acara grand launching Eva Mulia Priority di Tebet, Jakarta Selatan, pada 22 Mei 2026. Ia menyoroti bahwa tren mencari hasil cepat ini justru seringkali berbalik menjadi masalah besar bagi konsumen.

Menurut dr. Eddy, tidak ada formula ajaib yang dapat mengubah warna kulit secara aman hanya dalam beberapa hari, sebab proses biologis kulit membutuhkan waktu untuk beregenerasi secara sehat.

"Kalau produk instan biasanya pasti kan cerahnya cepat ya. Mungkin dalam beberapa hari saja atau seminggu sudah, wah cerah banget," ujar dr. Eddy Widjaja mengenai produk yang menjanjikan hasil cepat.

Ia melanjutkan bahwa produk yang memberikan efek instan tersebut seringkali menggunakan bahan-bahan yang kualitasnya dipertanyakan, sehingga meskipun hasilnya tampak cepat, masalah jangka panjang pasti akan muncul. "Padahal, farmasi atau pabrik pun pusing, tidak bisa yang namanya tujuh hari langsung glowing. Itu menggunakan bahan-bahan yang, tanda kutip, kurang bagus lah. Hasilnya memang instan, tapi jangka panjangnya pasti nanti bermasalah," tegas dr. Eddy Widjaja.

Banyak pasien yang datang ke klinik tidak menyadari bahwa kulit mereka sudah mengalami over-treatment akibat dosis bahan aktif berbahaya yang terlalu tinggi. Ironisnya, alih-alih menghentikan pemakaian, beberapa pasien justru meminta dosis yang lebih tinggi untuk mempertahankan kecerahan yang tidak alami tersebut.

Dokter Eddy memberikan perbandingan sederhana kepada pasien untuk menyadari kondisi kulit mereka yang sudah berlebihan dalam penggunaan zat aktif. "Saya sering bilang begini sama pasien, coba mari kita bandingkan wajah dengan tangan. Kalau (perbedaan warnanya) sudah terlalu jauh, saya rasa itu bukan pilihan lagi, berarti sudah over," jelasnya.

Tanda-tanda awal bahwa kulit mengalami reaksi berlebihan adalah kulit menjadi mudah sensitif, cepat memerah, dan timbul rasa perih akibat ketidaksesuaian dengan DNA kulit individu. "Karakteristik dan DNA setiap individu itu berbeda-beda. Pada saat kita over, mungkin awal-awal oke, bagus. Nanti tanda-tanda salah atau over itu adalah mulai merasa kulit gampang sensitif, gampang merah, dan perih," tambahnya.