Jakarta, JakartaHype.com - Gangguan pencernaan berupa Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau yang akrab dikenal sebagai asam lambung, kini kian marak menyerang masyarakat urban. Gejalanya pun tak main-main, mulai dari sensasi terbakar di dada (heartburn), nyeri ulu hati yang menusuk, hingga mual hebat yang mengganggu produktivitas.

Para pakar kesehatan menekankan bahwa selain faktor stres dan gaya hidup, kunci utama pengendalian GERD terletak pada pengaturan pola makan. Melansir dari berbagai sumber medis, terdapat 13 jenis makanan dan minuman yang patut diwaspadai karena kemampuannya memicu asam berlebih atau melonggarkan katup kerongkongan (LES).

Pemicu Utama: Lemak dan Iritan Kuat

Kelompok pertama yang wajib dihindari adalah makanan yang digoreng serta daging tinggi lemak. Kandungan lemak yang pekat membuat proses pencernaan berlangsung lebih lama, sehingga lambung terpaksa memproduksi asam ekstra. Hal serupa berlaku bagi camilan ultra-proses yang sarat akan pengawet dan garam tinggi.

Bagi pecinta rasa kuat, makanan pedas dan keluarga bawang-bawangan (bawang putih serta bombay) menjadi ancaman nyata. Keduanya dikenal sebagai iritan yang dapat merangsang dinding lambung dan melemahkan katup LES secara instan.

Buah dan Sayuran yang "Menipu"

Tidak semua yang tampak sehat aman bagi lambung sensitif. Buah sitrus seperti jeruk nipis dan lemon, meski kaya vitamin, memiliki tingkat keasaman tinggi yang memicu perih. Begitu pula dengan tomat dan olahannya (saus atau pasta) yang mengandung asam malat alami.

Uniknya, daun mint yang sering dianggap menyegarkan justru harus dihindari. Kandungan mentol di dalamnya dapat merelaksasi otot kerongkongan, yang secara tidak sengaja membuka jalan bagi asam untuk naik ke atas.

Kafein, Alkohol, dan Godaan Manis