JAKARTAHYPE.COM - Maria Jose Cristerna, seorang wanita asal Meksiko yang dijuluki 'vampir di dunia nyata' karena penampilan fisiknya yang ekstrem, kini menyuarakan pesan penting bagi generasi muda. Ia mengingatkan agar setiap individu berpikir panjang sebelum memutuskan modifikasi tubuh permanen.

Wanita yang dilaporkan memiliki sekitar 50 modifikasi tubuh ini menampilkan ciri khas seperti tato yang menutupi hampir 99 persen tubuhnya, implan di dahi dan lengan, serta lidah yang telah dibelah. Penampilannya yang mencolok ini seringkali menarik perhatian publik dan media internasional.

Meskipun dikenal dengan keberaniannya dalam mengubah total penampilannya, María menekankan pentingnya pertimbangan mendalam sebelum menjalani prosedur semacam itu. Ia menegaskan bahwa keputusan ini memiliki dampak jangka panjang yang sulit untuk diubah kembali.

Dalam sebuah sesi wawancara yang disiarkan melalui kanal YouTube Guinness World Records, María menyampaikan nasihatnya secara langsung kepada para pemuda. Ia mengingatkan bahwa tato dan modifikasi tubuh lainnya bersifat permanen.

"Keputusan untuk melakukan tato dan modifikasi tubuh harus dipikirkan matang-matang karena sifatnya tidak bisa diubah kembali," ujar Maria Jose Cristerna dalam wawancara tersebut.

María Jose Cristerna sebelumnya pernah memegang rekor dunia sebagai wanita dengan modifikasi tubuh terbanyak di dunia. Namun, rekor tersebut pada tahun 2024 telah beralih kepada individu lain bernama Esperance Fuerzina.

Perjalanan modifikasi tubuh ekstremnya dimulai sejak usia sangat muda, yakni ketika ia mulai membuat tato pertamanya pada usia 14 tahun. Ia mengungkapkan bahwa prosedur yang paling menyakitkan yang pernah ia alami adalah pemasangan implan di lengan dan tato pada bagian bola mata.

Meskipun demikian, wanita yang kini terus menjalani modifikasi tubuh baru ini masih memiliki keinginan untuk menambah perubahan pada penampilannya di masa mendatang. Meskipun demikian, ia tetap memegang prinsip kehati-hatian bagi orang lain.

Berlatar belakang keluarga yang religius, María baru memulai implan tubuh pertamanya saat usianya menginjak 30 tahun. Implan di bagian dahi yang ia pasang saat itu menjadi sebuah simbolisasi pribadi mengenai kebebasan yang ia cari.