JAKARTAHYPE.COM - Pergerakan bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, menunjukkan tren positif pada penutupan perdagangan hari Selasa waktu setempat, yang bertepatan dengan Rabu dini hari waktu Indonesia. Tiga indeks utama tercatat menguat, mengindikasikan optimisme investor terhadap prospek teknologi saat ini.
Indeks S&P 500 berhasil mencetak rekor penutupan baru setelah berhasil menembus level psikologis 7.600 poin. Indeks tersebut ditutup menguat tipis sebesar 0,13% dan berakhir di posisi 7.609,78.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menunjukkan kinerja yang lebih solid dengan kenaikan signifikan mencapai 228,91 poin atau 0,45%, menutup perdagangan di level 51.307,79. Indeks ini bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi baru sepanjang hari perdagangan.
Di sisi lain, Nasdaq Composite mengalami penguatan yang lebih moderat, hanya mampu menanjak 0,03% dan berakhir di level 27.093,90. Kenaikan indeks-indeks ini melanjutkan euforia pasar yang terjadi sejak hari sebelumnya, yang dipimpin oleh saham-saham teknologi.
Saham Alphabet, perusahaan induk Google, sempat menekan performa S&P 500 setelah nilainya tergerus hampir 4%. Keputusan perusahaan untuk menggalang dana sebesar US$80 miliar melalui penjualan saham memicu aksi jual, meskipun investasi dari Berkshire Hathaway sebesar US$10 miliar turut mewarnai aksi korporasi tersebut.
Namun, sektor semikonduktor menjadi penopang utama kenaikan indeks, terutama setelah Marvell Technology melonjak fantastis 32%. Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan CEO Nvidia, Jensen Huang, mengenai potensi kapitalisasi Marvell yang bisa mencapai US$1 triliun di masa depan.
"Ketika sebuah masalah komputasi dipecahkan menjadi banyak bagian dan didistribusikan ke seluruh pusat data, yang dibutuhkan adalah konektivitas. Itulah alasan mengapa Marvell sangat penting," kata Jensen Huang mengenai peran Marvell, Dikutip dari CNBC International.
Performa positif juga ditunjukkan oleh Hewlett Packard Enterprise (HPE) yang sahamnya melompat lebih dari 19%. Kenaikan ini dipicu oleh prospek positif perusahaan untuk kuartal berjalan dan revisi panduan kinerja setahun penuh yang jauh melampaui ekspektasi pasar.
Kinerja kuartal kedua HPE ternyata memberikan kejutan laba terbesar bagi perusahaan sejak tahun 2018, menambah optimisme sektor teknologi secara keseluruhan. Selain itu, harga minyak mentah juga melanjutkan tren kenaikan pada hari itu, dengan WTI naik 1,74% menjadi US$93,76 per barel dan Brent naik lebih dari 1% ke US$96 per barel.