JAKARTA, JakartaHype.com – Tren fotografi di kalangan Generasi Z (Gen Z) mengalami pergeseran signifikan. Alih-alih mengejar kesempurnaan teknis, estetika "imperfection" dengan efek blur, butiran (grainy), hingga paparan cahaya flash yang tajam kini menjadi favorit. Fenomena ini mendorong popularitas kamera vintage, baik analog maupun digital (digicam), sebagai media untuk menangkap momen yang dianggap lebih jujur, spontan, dan nostalgik.
Hasil jepretan yang apa adanya memberikan nuansa hangat yang kontras dengan tren media sosial yang selama ini cenderung terlalu terpoles (polished). Bagi Gen Z, efek blur yang tidak disengaja justru memberikan kesan dinamis dan mentah (raw) yang memperkuat narasi dalam sebuah konten. Kamera analog menawarkan pengalaman sensorik melalui proses pemasangan roll film, sementara digicam menghidupkan kembali tren Y2K yang playful melalui karakter warna unik dan penggunaan flash yang ikonik.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, mengungkapkan bahwa tren ini merupakan refleksi dari keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih personal dalam mengabadikan momen. "Kami melihat tren ini hadir karena adanya keinginan untuk mencari cara yang lebih personal dalam mengabadikan momen. Tidak hanya dari hasil fotonya, tetapi juga dari pengalaman di baliknya," ujar Adi. Ia menambahkan bahwa Shopee mendukung tren ini dengan menyediakan berbagai pilihan kamera, aksesori fotografi, hingga produk fesyen dari jenama lokal.
Untuk menciptakan foto vintage yang bercerita, terdapat lima tips yang dapat diterapkan oleh para pengguna. Pertama, menentukan perangkat utama; kamera analog untuk hasil yang lembut dan sinematik, atau digicam untuk gaya awal 2000-an yang praktis. Kedua, menyusun konsep atau moodboard sederhana, seperti tema "weekend diary" atau "city walk", agar galeri foto memiliki alur cerita yang konsisten.
Ketiga, bereksperimen dengan pencahayaan dan sudut pandang (angle). Pengguna disarankan memanfaatkan golden hour untuk kamera analog atau menggunakan flash secara berani pada digicam untuk kesan edgy. Keempat, menyesuaikan busana (OOTD) dengan konsep foto, seperti penggunaan warna bumi untuk nuansa nostalgik atau gaya busana Y2K untuk kesan yang lebih berani.
Terakhir, penggunaan aksesori pendukung menjadi elemen penting untuk menjaga keamanan perangkat sekaligus meningkatkan estetika. Shopee mencatat beberapa produk dari brand lokal seperti strap kamera dari FILMONKISH dan Coppo Official Store, hingga pouch kamera dari Eiger dan Kee, menjadi pilihan populer di kalangan pengguna untuk melengkapi pengalaman fotografi mereka.
“Tren foto dengan kamera vintage menunjukkan bahwa kreativitas pengguna terus berkembang. Sebagaimana dikutip dari rilis resminya pada Jumat (15/5/2026), Shopee akan terus mendukung kebutuhan gaya hidup pengguna dengan menghadirkan pilihan produk berkualitas yang membantu mereka mengekspresikan diri secara lebih kreatif,” tutup Adi Rahardja.