JAKARTAHYPE.COM - Kematian aktris Daveigh Chase, yang dikenal luas berkat perannya dalam film "The Ring", menyisakan duka mendalam sekaligus kebingungan publik. Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang memilukan, berjuang hidup sebagai tunawisma di jalanan Los Angeles.
Peristiwa tragis ini semakin mencengangkan ketika terungkap fakta bahwa di balik kehidupannya yang sulit, Daveigh Chase ternyata memiliki kekayaan pribadi yang cukup signifikan. Harta benda miliknya diperkirakan mencapai nilai Rp 7,2 miliar, sebuah kontras yang menyakitkan dengan nasibnya saat itu.
Penemuan mengejutkan ini muncul setelah ibunda Daveigh, Cathy Chase, mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk ditunjuk sebagai administrator harta warisan putrinya. Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Daveigh Chase memiliki aset pribadi senilai $400.000 atau setara dengan Rp 7,2 miliar.
Sang ibu juga menyebutkan bahwa ayah Daveigh, John Schwallier, yang saat ini berada di Filipina dengan alamat tidak diketahui, kemungkinan juga memiliki properti di Las Vegas. Namun, informasi ini belum terkonfirmasi lebih lanjut.
Penyebab utama kematian Daveigh Chase tercatat dalam laporan Pemeriksa Medis Wilayah Los Angeles adalah acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Laporan tersebut juga mengindikasikan adanya riwayat polisubstansi kronis atau penggunaan lebih dari satu jenis obat secara bersamaan.
Daveigh Chase yang meninggal di usia 35 tahun tidak memiliki anak dan belum pernah menikah. Sebelum kepergiannya, seorang pria yang mengaku sebagai kekasihnya, Roy Hernandez, sempat meluncurkan kampanye penggalangan dana melalui GoFundMe.
"Daveigh Chase, pacarku, selalu menjadi cahaya dalam hidupku. Banyak orang mengenalnya sebagai aktris cilik berbakat dari 'Lilo & Stitch,' 'Spirited Away,' dan 'Donnie Darko.' Tetapi di balik layar, dia telah menghadapi lebih dari sekadar kesulitan," ujar Roy Hernandez dalam kampanye online tersebut.
Hernandez menambahkan, "Setelah masa kecil yang sulit dan perselisihan yang menyakitkan dengan keluarganya, Daveigh diintimidasi dan berjuang untuk menemukan keamanan dan kebahagiaan di pusat kota LA. Ketika kami bertemu, aku berjanji untuk melindunginya dan memberinya cinta dan kenyamanan yang pantas dia dapatkan. Bersama-sama, kami menemukan momen-momen kebahagiaan dan harapan."
Namun, mantan manajer Daveigh, John Ryan, meragukan keabsahan kampanye GoFundMe tersebut dan mendesak publik untuk tidak menyumbang. "Rupanya, seorang pria yang mengaku sebagai 'pacarnya' yang tidak pernah kami, teman-teman atau keluarganya, dengar telah membuat GoFundMe atas nama 'dia dan keluarganya' yang dia atur sebagai penyelenggaranya," kata John Ryan kepada The Post.