JAKARTAHYPE.COM - Tiga talenta muda, Tomás Aranda (19), Santiago Beltrán (21), dan Joaquín Freitas (19), baru-baru ini menjalani momen yang tak terlupakan dengan melakoni debut mereka bersama Tim Nasional Argentina. Kejadian ini terjadi pada malam Sabtu di Texas, Amerika Serikat, dalam persiapan jelang dimulainya Piala Dunia 2026.

Bagi ketiga pemain yang berasal dari klub raksasa Boca Juniors dan River Plate tersebut, perkembangan karier mereka terjadi secepat kilat, membuat pencapaian ini terasa seperti mimpi yang sulit dipercaya. Mereka yang sebelumnya berada di pinggiran tim utama kini mendapat kesempatan emas berkat keputusan taktis dari pelatih Lionel Scaloni selama tur pra-turnamen.

Menariknya, peruntungan mereka datang dari situasi yang tidak terduga di tingkat klub masing-masing pada awal tahun. Beltrán dan Aranda harus berjuang keras untuk masuk skuad pramusim, sementara Freitas bahkan tidak dibawa oleh pelatih Marcelo Gallardo ke San Martín de los Andes.

Salah satu yang paling memukau staf pelatih adalah Santiago Beltrán, sang penjaga gawang berusia 21 tahun. Fisiknya yang prima, kemampuan teknis, serta ketenangan dalam tekanan menjadi atribut yang sangat dihargai oleh tim kepelatihan.

Beltrán memulai Januari sebagai kiper cadangan keempat di timnya, namun serangkaian penjualan dan cedera pada kiper utama membuka jalan tak terduganya untuk mendapatkan tempat di bawah mistar gawang. Setelah tampil gemilang, ia berhasil mempertahankan posisinya, bahkan setelah kiper utama pulih.

Hal serupa juga dialami oleh Tomás Aranda, yang awalnya hanya dipromosikan dari tim cadangan bersama tiga pemain muda lainnya di bawah arahan Claudio Úbeda. Meskipun diperkirakan mendapat sedikit waktu bermain karena banyaknya pemain senior, beberapa cedera justru menjadi pembuka peluang bagi Aranda.

Aranda dengan cepat menunjukkan kemampuannya, membangun chemistry yang baik dengan Leandro Paredes, dan akhirnya menjadi starter reguler dalam enam pertandingan Copa Libertadores Boca Juniors. Dalam debutnya bersama timnas, ia hampir mencetak gol melalui tendangan keras kaki kanannya.

Lionel Scaloni memberikan pujian khusus terhadap performa Aranda di lapangan, menekankan mentalitas kuat yang ditunjukkan pemain tersebut. "Dia memiliki semangat juang yang tinggi, bermain baik, selalu menginginkan bola, dan masuk seolah-olah sedang berada di rumah sendiri," ujar Lionel Scaloni dalam konferensi pers.

Kisah Joaquín Freitas bahkan lebih mengejutkan karena ia awalnya tidak termasuk dalam rencana Marcelo Gallardo untuk pramusim dan harus berlatih bersama tim cadangan. Ia memulai tahun dari posisi yang kurang menguntungkan, namun berjuang keras untuk mendapatkan tempat melalui Copa Argentina pada Februari.