JAKARTAHYPE.COM - Telkom University (Tel-U) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia kembali menyelenggarakan acara penganugerahan tahunan Innovillage yang keenam kalinya. Acara puncak penganugerahan ini dilaksanakan di Auditorium Damar, Telkom University Bandung, pada hari Rabu, 20 Mei 2026.
Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Innovillage yang keenam ini menunjukkan peningkatan signifikan. Peningkatan tersebut terlihat baik dari segi kualitas inovasi yang semakin baik, maupun kuantitas peserta dengan penambahan kategori yang dilombakan.
Prof. Suyanto mengungkapkan bahwa total terdapat 900 proposal inovasi yang berhasil masuk dari berbagai kampus di seluruh Indonesia. Proposal-proposal tersebut kemudian diseleksi secara ketat oleh tim juri untuk kemudian dikelompokkan ke dalam lima kategori utama yang sejalan dengan isu strategis nasional.
Kelima kategori utama yang menjadi fokus penjurian meliputi Kerawanan Pangan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan UMKM, Lingkungan, serta Inklusi Disabilitas. Inovasi yang diajukan dalam kategori-kategori ini menunjukkan tren pemanfaatan teknologi terkini.
Rektor menjelaskan bahwa banyak inovasi yang dilombakan telah mengintegrasikan teknologi seperti Kecerdasan Artifisial (AI) dan Internet of Things (IoT), sejalan dengan lima isu strategis yang telah ditetapkan. Namun, ada penambahan komponen penilaian baru yang membuat Innovillage tahun ini lebih menonjol.
"Kita memberikan mapping dampak sosialnya dari inovasi yang diikutsertakan. Kalau dulu belum ada soal dampak sosial ini. Tapi ini yang pertama kali ada penilaian terkait dengan mapping pada dampak bagi masyarakat," kata Rektor.
Penekanan pada penilaian dampak sosial ini dinilai sangat penting, sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan masyarakat luas.
Hal ini juga selaras dengan visi utama Tel-U untuk menjadi universitas yang mengarahkan hasil inovasi demi memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan kepada masyarakat. Visi ini menuntut peserta untuk menangkap permasalahan riil di lapangan, melakukan design thinking, implementasi, hingga evaluasi.
"Jadi untuk tahun ini inovasinya lebih menyeluruh dari awal sampai akhir di mana mulai dari permasalahan keseharian yang ada di tengah masyarakat sampai masyarakat dapat merasakan hasil dari inovasinya," jelas Rektor.