JAKARTAHYPE.COM - Transformasi digital kini semakin masif merambah dunia kerja melalui implementasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Salah satu pionirnya adalah JobStreet by Seek Indonesia yang mengoptimalkan teknologi ini guna mempermudah proses rekrutmen bagi para pencari kerja.
Langkah inovatif tersebut diambil untuk menjawab tantangan besar dalam mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja secara lebih efisien. Informasi mengenai perkembangan teknologi rekrutmen ini dilansir dari CNBC Indonesia dalam sebuah diskusi mendalam.
"Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini bertujuan untuk mempertajam akurasi dalam mempertemukan keahlian yang dimiliki kandidat dengan kebutuhan spesifik dari perusahaan pencari kerja," kata Wisnu Dharmawan selaku Managing Director JobStreet by Seek Indonesia.
Melalui ekosistem digitalnya, JobStreet menyediakan berbagai fitur yang dirancang khusus bagi para pelamar untuk meningkatkan daya saing. Selain mempermudah pencarian lowongan, platform ini juga menawarkan layanan untuk mengasah kompetensi atau skill para kandidat.
Di sisi lain, perusahaan pemberi kerja juga mendapatkan keuntungan signifikan dari penggunaan teknologi canggih ini dalam proses seleksi. AI membantu departemen sumber daya manusia untuk menyaring dan menemukan talenta yang benar-benar memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan organisasi.
Tantangan rekrutmen di Indonesia saat ini memang cukup masif jika melihat perbandingan jumlah pelamar yang sangat tinggi. Saat ini tercatat ada sekitar satu juta lowongan kerja yang harus diperebutkan oleh puluhan juta pencari kerja di seluruh tanah air.
"Mengingat volume pencari kerja yang mencapai puluhan juta berbanding satu juta lowongan, teknologi AI kami hadir untuk membantu proses pencocokan yang lebih efektif antara kedua belah pihak," ujar Wisnu Dharmawan.
JobStreet sendiri memposisikan diri sebagai platform unggulan dengan tiga kekuatan utama dalam industri rekrutmen modern. Keunggulan tersebut mencakup basis data pelamar terbesar, teknologi 'better matching' berbasis AI, serta tim pendukung profesional untuk membantu perusahaan.
Diskusi mendalam mengenai peran AI ini dibahas lebih lanjut dalam program Profit di CNBC Indonesia. Sesi wawancara tersebut dipandu oleh Mercy Widjaja bersama Wisnu Dharmawan yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 di Jakarta.