JAKARTAHYPE.COM - Oklahoma City (OKC) Thunder telah menunjukkan performa superior sepanjang musim reguler 2025-26 dan sepuluh pertandingan awal playoff. Mereka hanya menelan 19 kekalahan total selama periode tersebut, mengalahkan lawan dengan selisih poin rata-rata impresif +11.4.
Dominasi ini membuat mereka jarang sekali berada dalam posisi tidak diunggulkan menjelang pertandingan. Faktanya, Thunder hanya tercatat sebagai underdog sebanyak empat kali, dan semua itu terjadi ketika bintang utama mereka, Shai Gilgeous-Alexander (SGA), absen.
Namun, situasi berubah drastis menjelang Game 3 pada Jumat malam, yang merupakan kali pertama Thunder masuk sebagai underdog sementara superstar mereka bermain penuh. Ini menandai babak baru dalam perjalanan playoff mereka.
Menurut data dari Underdog NBA, Thunder kini ditetapkan sebagai underdog dengan selisih +1.5 menjelang laga kandang pertama San Antonio Spurs di Semifinal Wilayah ini. Kondisi ini tidak seharusnya mengejutkan mengingat kekalahan dramatis di Game 1.
Thunder kehilangan keunggulan kandang setelah kalah dalam pertandingan double-overtime di Game 1, sementara Spurs menunjukkan kekuatan luar biasa dengan rekor 36-10 gabungan dalam musim reguler dan playoff. Hal ini menjelaskan mengapa mereka kini menjadi tim yang diunggulkan.
Kinerja SGA yang cemerlang pada Game 2, di mana ia mencetak 30 poin dan sembilan assist dengan efisiensi 50.0 persen, mengindikasikan bahwa pertandingan mendatang kemungkinan besar akan berlangsung ketat hingga peluit akhir dibunyikan.
Secara historis, Game 3 sering dianggap sebagai momen paling menentukan dalam seri best-of-seven, terutama ketika kedudukan masih imbang 1-1 seperti saat ini. Ini adalah titik balik krusial dalam penentuan pemenang seri.
Dikutip dari temuan liga, tim yang memenangkan Game 3 dari seri yang imbang 1-1 memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya melebihi 70.0 persen. Angka ini menekankan pentingnya pertandingan yang akan datang bagi kedua tim.
Faktor yang menguntungkan Thunder adalah catatan mereka yang jarang mengalami dua kali kekalahan dalam rentang tiga pertandingan sepanjang tahun ini. Banyak dari kekalahan tersebut terjadi saat SGA tidak berada di lapangan.