JAKARTAHYPE.COM - Vokalis grup band rock asal Jepang, Taka, membagikan momen reflektif mengenai perjalanan karier musiknya yang telah terbentang lebih dari dua dekade di hadapan para penggemar di Indonesia. Momen emosional ini terjadi saat bandnya tampil dalam konser bertajuk ONE OK ROCK: DETOX ASIA TOUR 2026 yang diselenggarakan di Indonesia Arena pada Sabtu malam (16/5/2026).

Perjalanan panjang ONE OK ROCK dimulai sejak tahun 2005, berhasil mengantarkan Taka menjadi salah satu frontman terbaik dalam satu dekade terakhir. Namun, pencapaian tersebut diklaim tidak datang dengan mudah, melainkan melalui berbagai rintangan yang signifikan.

Saat jeda pertunjukan di Jakarta, Taka menyampaikan rasa syukurnya dalam bahasa Jepang atas kemampuan musiknya melampaui berbagai batasan budaya yang ada. Ia merasa terharu melihat dukungan dari berbagai latar belakang yang berbeda.

"Bagi seseorang seperti saya, yang telah menghadapi begitu banyak kemunduran, buat dapat melintasi perbatasan, budaya, dan bahasa untuk dicintai oleh begitu banyak orang yang berbeda," kata Taka, Vokalis ONE OK ROCK.

Penyanyi berusia 38 tahun itu dengan nada bercanda menggambarkan dirinya seperti pahlawan super saat berada di atas panggung, namun kembali menjadi individu biasa setelah konser usai. Ia mengakui bahwa sisi emosionalnya kini lebih mudah tersentuh seiring bertambahnya usia dan beratnya perjuangan yang telah dilewati.

"Seiring bertambahnya usia, Anda menjadi lebih mudah menangis. Entah ini pada akhirnya karena usia saya, atau karena betapa keras dan beratnya perjalanan ini," sambung Taka, Vokalis ONE OK ROCK.

Selain membahas perjalanan pribadi, Taka juga menyinggung mengenai pembatalan konser yang seharusnya berlangsung di Shanghai, China, pada tanggal 8 Mei sebelumnya. Pembatalan tersebut jelas meninggalkan kekecewaan bagi pihak band dan penggemar.

"Itu sangat mengecewakan," tegas Taka, Vokalis ONE OK ROCK.

Taka berpendapat bahwa urusan politik seharusnya tidak boleh mencampuri ranah dunia musik, yang ia anggap sebagai wadah untuk menuangkan pemikiran dalam karya-karya baru mereka.