JAKARTAHYPE.COM - Pedangdut Jelita Bahar, putri dari penyanyi senior Anisa Bahar, telah menemukan sebuah strategi unik untuk mengelola gangguan kecemasan atau anxiety disorder yang sempat memaksanya mundur dari sorotan panggung hiburan. Kini, ia mengalihkan fokusnya dengan merambah dunia kuliner melalui usaha menjual risol.
Langkah ini diambil bukan semata-mata demi meraih keuntungan finansial semata, melainkan sebagai bentuk aktivitas terapeutik. Usaha kuliner ini berfungsi sebagai sarana agar dirinya tetap produktif dan terhindar dari pemikiran negatif yang dapat memicu kambuhnya kondisi kecemasan.
Keputusan untuk berjualan risol ini merupakan bagian dari upaya Jelita Bahar menjaga kesehatan mentalnya pasca sempat menepi dari dunia seni peran dan tarik suara. Aktivitas fisik dan fokus pada proses memasak menjadi distraksi positif yang sangat dibutuhkan.
Saat ditemui publik, Jelita Bahar menjelaskan motivasi di balik pilihannya untuk terjun ke bisnis makanan ringan tersebut. Ia mencari kegiatan konkret yang bisa mengisi waktu luangnya.
"Kenapa aku jualan risol, karena salah satunya mencari kegiatan juga. Daripada di rumah doang ngerasa laper, kalau dibikin aktivitas kan enggak," ujar Jelita Bahar mengenai tujuan utamanya dalam mencari kesibukan baru.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberikan manfaat sosial, terutama saat momen berbuka puasa. Aktivitas ini juga membantunya dalam menjalankan kebaikan tanpa beban pikiran.
"Buka puasa pun lapang, bisa buat sedekah dan ngasih makan orang lewat juga," lanjutnya, menekankan aspek berbagi dalam usahanya tersebut, sebagaimana disampaikan Jelita Bahar.
Wawancara eksklusif ini dilaksanakan oleh awak media pada hari Senin, 8 Juni 2026, bertempat di Studio Rumpi No Secret Trans TV, yang berlokasi di Mampang, Jakarta Selatan. Ini menjadi momen penting pengungkapan strategi pemulihan diri sang artis.
Dikutip dari momen tersebut, diketahui bahwa kecemasan yang dialaminya juga kerap berkaitan dengan isu kesehatan fisik, khususnya asam lambung. Dengan adanya kegiatan ini, kedua kondisi tersebut diharapkan dapat terkontrol dengan baik.