Jakarta, JakartaHype.com - Momen Lebaran identik dengan tradisi "serbu meja makan" setelah menunaikan salat Id. Hidangan khas seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga deretan kue kering menjadi primadona yang sulit ditolak. Namun, di balik kelezatannya, tersimpan kekhawatiran akan lonjakan berat badan dan kadar kolesterol yang membumbung tinggi.
Menanggapi fenomena ini, para pakar kesehatan menekankan bahwa menjaga pola makan saat hari raya bukan berarti harus melakukan aksi "mogok makan" atau menolak hidangan tuan rumah. Kuncinya terletak pada manajemen strategi dan kesadaran saat mengonsumsi makanan (mindful eating).
Taktik Menghadapi Meja Makan
Langkah pertama yang paling krusial adalah menghindari kondisi lapar ekstrem saat menuju meja makan. Rasa lapar yang tidak terkendali sering kali menjadi pemicu seseorang makan berlebihan (overeating).
"Mengawali dengan segelas air putih atau mengonsumsi camilan tinggi serat seperti buah dan sayur sebelum makan besar dapat membantu memberikan rasa kenyang awal, sehingga kontrol porsi menjadi lebih mudah," tulis laporan kesehatan terkait strategi diet saat perayaan.
Arsitektur Piring: Rumus Setengah Bagian
Ahli nutrisi menyarankan penggunaan prinsip visual pada piring makan untuk menyeimbangkan asupan kalori:
50% Piring: Diisi dengan sayuran dan buah-buahan.
25% Piring: Diisi dengan protein (lauk pauk).