JAKARTAHYPE.COM - Kelebihan berat badan atau obesitas pada anak seringkali memicu reaksi panik di kalangan orang tua. Salah satu tindakan yang umum dilakukan adalah segera menghentikan konsumsi susu si kecil karena dianggap sebagai pemicu utama kegemukan.
Tindakan menghentikan konsumsi susu ini ternyata merupakan sebuah kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh seorang pakar kesehatan anak terkemuka dari institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
Guru Besar sekaligus dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), SubspTKPS, memberikan klarifikasi mengenai praktik umum tersebut. Beliau menegaskan bahwa menghentikan konsumsi susu pada anak yang mengalami obesitas tidak selalu merupakan langkah yang tepat.
Profesor Rini menyampaikan pandangannya saat menghadiri sebuah acara peluncuran produk di ibu kota negara. Momen ini dimanfaatkan untuk meluruskan anggapan keliru yang sudah mengakar di benak banyak orang tua mengenai nutrisi anak.
"Sering salah kaprah ya, anak obesitas yang di-stop susu, padahal bukan susunya penyebabnya," tegas Prof. Rini saat memberikan pernyataan dalam acara tersebut.
Pernyataan tersebut diutarakan oleh Prof. Rini dalam acara peluncuran susu formula AceKid yang diselenggarakan oleh FEIHE International bekerja sama dengan MAKUKU. Acara ini bertajuk 'Let's Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid'.
Peristiwa peluncuran produk kesehatan anak ini berlangsung di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat. Momen penting ini terjadi pada hari Minggu, 7 Juni 2026.
Dikutip dari berbagai sumber, penekanan dari pakar FKUI ini menggarisbawahi pentingnya diagnosis dan penanganan obesitas anak yang komprehensif, bukan sekadar memotong satu jenis asupan makanan.