JAKARTAHYPE.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) angkat bicara menyikapi keresahan warganet mengenai tampilan rating game di platform Steam yang dinilai tidak sesuai dengan peruntukannya.

Permasalahan ini mencuat setelah beberapa judul game populer, termasuk GTA V dan Cyberpunk, menampilkan klasifikasi usia yang menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna Indonesia.

Menurut Komdigi, rating yang terpampang di platform Steam tersebut bukanlah klasifikasi resmi Indonesia Game Rating System (IGRS) yang berlaku.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, mengungkapkan bahwa rating yang beredar di Steam berasal dari mekanisme internal self-declare tanpa melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia.

"Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim," ujar Sonny, dikutip dari keterangan resmi, Senin (6/4/2026).

Komdigi telah mendeteksi adanya indikasi bahwa label IGRS digunakan di Steam tanpa melalui verifikasi resmi, sehingga tidak mencerminkan klasifikasi yang sah menurut regulasi.

Pihak kementerian menyatakan akan segera meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam untuk membahas masalah ini lebih lanjut demi memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional.

"Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak," tegasnya.

Komdigi mengancam akan menindaklanjuti temuan pelanggaran tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.