JAKARTAHYPE.COM - Pertarungan sengit di Final NBA berlanjut setelah Spurs berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 berkat kemenangan di Game 3 yang sempat membungkam publik Madison Square Garden. Kini, fokus beralih ke Game 4 yang akan menentukan arah seri penentuan gelar juara tersebut.

Pertandingan krusial ini akan digelar pada hari Rabu waktu setempat, pukul 8:30 ET, dan disiarkan oleh ABC, menyoroti perbedaan besar antara tertinggal 3-1 dan skor imbang 2-2 dalam sejarah Final NBA. Jika Knicks menang, dominasi mereka semakin nyata, sementara jika Spurs menang, momentum akan berbalik total.

Ada tiga aspek utama yang akan menjadi kunci dalam duel Game 4 di New York ini, yaitu tingkat ketenangan pemain muda Spurs, efektivitas strategi trapping defense terhadap Jalen Brunson, serta penampilan eksplosif Victor Wembanyama. Semua elemen ini akan sangat memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Salah satu hal yang paling dinanti adalah potensi puncak performa Victor Wembanyama, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam enam kuarter terakhir dan terlihat semakin nyaman di panggung besar. Pertanyaannya adalah apakah ia akan menampilkan penampilan terbaiknya yang dapat membawa Spurs menyamakan kedudukan seri.

Meskipun menunjukkan tren positif, Wembanyama sempat melakukan kesalahan fatal seperti operan yang salah di akhir Game 2 dan tembakan yang gagal di buzzer penentu kekalahan Spurs di pertandingan yang sama. Namun, secara keseluruhan, ia diakui sebagai pemain yang paling berpengaruh di kedua sisi lapangan belakangan ini.

Mengenai perkembangan permainannya, Wembanyama menjelaskan bahwa perbaikan ini adalah hasil dari proses belajar dan analisis mendalam. "Saya rasa saya menjadi jauh, jauh lebih baik karena menonton rekaman dari tahun-tahun sebelumnya, terkadang saya hanya menembak begitu saja," jelas Wembanyama. "Bahkan sampai hari ini. Terkadang itu masuk, tetapi efisiensi dan tujuan tembakan itu jauh lebih baik sekarang," tambahnya.

Secara taktis, Wembanyama kini lebih agresif dalam menyerang dan tidak lagi terlalu sering mengambil tembakan tiga angka, selain juga memaksimalkan jangkauan defensifnya. Spurs bahkan sering menempatkan pemain yang lebih kecil untuk mengawal Karl-Anthony Towns di high post, memungkinkan Wemby bergeser membantu pertahanan saat Towns mencoba menyerang ring.

Sementara itu, Jalen Brunson memang dikenal sebagai pemain yang mampu mencetak poin krusial di akhir pertandingan, yang merupakan esensi dari Final NBA. Namun, efisiensi tembakannya menjadi masalah karena Knicks beberapa kali kesulitan bangkit dari defisit di tiga laga awal.

Brunson saat ini hanya mencatat akurasi 37% secara keseluruhan dan 32% dari garis tiga angka, dengan rata-rata 27 percobaan per gim. Akurasi yang rendah ini membatasi kesempatan bagi rekan setim seperti Towns dan OG Anunoby yang justru memiliki persentase tembakan yang lebih baik dalam seri ini.