JAKARTAHYPE.COM - Artswara Production kembali menghidupkan panggung sandiwara melalui pementasan drama musikal bertajuk MAR. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta, selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu, 15-17 Mei 2026.
Pementasan yang merupakan karya ke-13 dari Artswara ini mengadaptasi deretan lagu legendaris karya komposer kenamaan Indonesia, Ismail Marzuki. Aransemen musik dibuat dengan sentuhan kekinian serta didukung oleh tata panggung yang megah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Mengambil latar waktu pasca-kemerdekaan Indonesia antara tahun 1946 hingga 1949, cerita ini berfokus pada dinamika sosial di masa revolusi. Narasi utamanya menyoroti jalinan romansa antara tokoh Marzuki dan Aryati di tengah gejolak perjuangan bangsa.
"Set berbeda dari tahun lalu, adegan ada sedikit yang diubah tapi gak banyak perubahan. Di bagian Ambu, ada banyak improvisasi yang dibiarkan jadi ice breaker. Jadi ya ada yang keluar dari skrip pas di bagian Ambu," kata Maera Panigoro selaku Executive Producer MAR.
Produksi seni ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengemban misi edukasi sejarah bagi para penontonnya. Melalui kemasan seni pertunjukan, masyarakat diajak untuk lebih mendalami peristiwa heroik masa lalu, salah satunya adalah Bandung Lautan Api.
"Mudah-mudahan dengan nonton musikal MAR, bisa tahu peristiwa Bandung Lautan Api," ujar Maera Panigoro dalam penjelasannya.
Antusiasme publik terlihat sangat tinggi dengan tingkat keterisian kursi yang hampir menyentuh angka maksimal. Dari total 1.200 kursi yang tersedia selama tiga hari pertunjukan, sebanyak 92,9 persen tiket sudah ludes terjual kepada para penikmat seni.
"Alhamdulillah animo dari tahun lalu, dan juga strategi marketing tahun ini. Jumlah penonton lumayan banyak," tutur Maera Panigoro mengenai keberhasilan penjualan tiket tersebut.
Momentum pementasan ini beriringan dengan meningkatnya tren pertunjukan gaya Broadway di tanah air. Penyelenggara berharap format musikal modern dapat menjadi jembatan bagi generasi muda dalam mengapresiasi kembali karya musik klasik nasional.