JAKARTAHYPE.COM - Pada Rabu pagi, nilai tukar Rupiah menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda tergerus sebesar 72 poin atau setara dengan 0,40 persen, ditutup pada posisi Rp17.931 per dolar AS.
Posisi penutupan ini merupakan pelemahan dari level penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp17.859 per dolar AS. Pergerakan ini menjadi perhatian serius di pasar keuangan domestik.
Pemicu utama pelemahan Rupiah ini adalah kekhawatiran pasar mengenai tingkat suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang diproyeksikan akan dipertahankan pada level yang tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.
"Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekhawatiran tingkat suku bunga tinggi," ujar Lukman Leong kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Kekhawatiran ini muncul setelah adanya indikasi bahwa The Fed akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat tidak hanya hingga akhir tahun ini, tetapi juga sepanjang tahun 2026 dan tahun depan. Ekspektasi kebijakan yang lebih ketat ini meningkatkan persepsi risiko di pasar secara global.
Dikutip dari Anadolu, proyeksi suku bunga dana federal The Fed pada akhir tahun 2026 telah dinaikkan menjadi 3,8 persen, meningkat dari proyeksi sebelumnya yang berada di level 3,4 persen. Selain itu, proyeksi untuk tahun 2027 juga direvisi naik menjadi 3,6 persen dari estimasi sebelumnya 3,1 persen.
Namun, estimasi suku bunga jangka panjang The Fed untuk periode mendatang masih dipertahankan pada level 3,1 persen, menunjukkan adanya konsistensi dalam pandangan kebijakan ketat mereka.
Meskipun sentimen global cenderung negatif terhadap mata uang negara berkembang, muncul kabar positif yang berpotensi menahan pelemahan Rupiah lebih lanjut. Kabar baik ini datang dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI memutuskan untuk mempertahankan status pasar ekuitas Indonesia sebagai emerging market (EM), sebuah keputusan yang dinilai dapat memberikan dukungan bagi pergerakan Rupiah di masa mendatang.