JAKARTAHYPE.COM - Tren kuliner kekinian tengah melanda kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang, melalui sajian ubi Cilembu cream cheese yang mengundang antrean panjang. Fenomena ini terpantau di salah satu pusat perbelanjaan sejak pintu mal baru saja dibuka oleh para pengunjung.
Dilansir dari Detik Health pada Jumat (15/5/2026), popularitas camilan ini membuat stok ubi panggang sering kali habis dalam waktu singkat. Persediaan yang baru saja selesai diolah bahkan dilaporkan ludes terjual hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.
Fenomena ini didominasi oleh konsumen dari kalangan milenial dan Gen Z yang merasa penasaran setelah melihat unggahan viral di media sosial. Mereka rela menunggu lama demi membuktikan keunikan rasa dari perpaduan ubi tradisional dan keju modern tersebut.
Hidangan ini menggunakan bahan dasar ubi Cilembu yang dipanggang hingga mengeluarkan tekstur terkaramelisasi yang lembut. Ubi tersebut kemudian dibelah pada bagian tengah untuk diisi dengan cream cheese yang melimpah sebagai pelengkapnya.
Perpaduan tersebut menciptakan sensasi rasa manis alami ubi yang bertemu dengan rasa asin gurih dari keju. Tekstur lembut dari isian tersebut membuat ubi terasa lebih kaya rasa dibandingkan dengan penyajian ubi panggang pada umumnya.
"Pengen cobain aja rasanya gimana, unik juga keliatannya," ujar Ardi, salah satu pembeli asal Tangerang saat berbincang mengenai alasannya ikut mengantre.
Di sisi lain, konsumen seperti Silma (28) memilih camilan ini karena dianggap lebih sehat dibandingkan jajanan manis lainnya. Ia menilai penggunaan bahan utama alami menjadi nilai tambah tersendiri di tengah maraknya produk pangan olahan saat ini.
Meskipun dianggap sebagai pilihan yang lebih alami, praktisi kesehatan dr. Tjandraningrum, SpGK memberikan catatan khusus terkait profil nutrisi camilan tersebut. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam memperhatikan komposisi bahan tambahannya.
"Sebenarnya, kalau ubinya bagus ya, dia merupakan karbohidrat kompleks, serapnya juga cukup tinggi, jadi lambat diserap di dalam saluran cerna," kata dr. Tjandraningrum, SpGK.