JAKARTAHYPE.COM - Dunia horologi mewah kembali menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus korupsi besar yang melibatkan tersangka Jimmy Sutopo dalam kasus Asabri. Kejadian ini menarik perhatian karena penyitaan sejumlah jam tangan mewah yang ternyata merupakan barang palsu.
Peristiwa ini menjadi kontras mencolok dengan nilai asli jam tangan dari merek sekelas Patek Philippe dan Audemars Piguet (AP), yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah. Korupsi yang menjerat tersangka tersebut diperkirakan telah merugikan negara hingga Rp 22,7 triliun.
Pemusnahan 14 jam tangan sitaan milik tersangka dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah melalui proses validasi yang ketat. Pihak Kejagung memastikan bahwa koleksi jam tangan tersebut, yang mencakup merek Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Cartier, semuanya terbukti tidak original.
Meskipun rincian seri jam tangan palsu tersebut tidak dirinci secara spesifik oleh Kejagung, diperkirakan nilai jual barang sitaan tersebut hanya berada di kisaran belasan juta rupiah. Hal ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan harga pasar jam tangan asli dari merek-merek tersebut.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, memberikan gambaran mengenai perbedaan harga tersebut. "Harganya lumayan tapi masih jauh dibanding harga asli. Harga aslinya kan satu jam bisa miliaran. Kalau ini (yang palsu) rata-rata Rp 15 jutaan segitu," kata Anang Supriatna, seperti dikutip detikNews, Kamis (21/5/2026).
Harga jam tangan Audemars Piguet asli memang sangat bervariasi, tergantung pada seri, material, serta kompleksitas mesin yang digunakan. Umumnya, AP dikategorikan sebagai 'ultra luxury watch', di mana seri paling dasar saja sudah menyentuh ratusan juta rupiah.
Sebagai ilustrasi, seri entry-level AP seperti Code 11.59 atau Royal Oak Quartz diperkirakan berharga sekitar Rp 275 juta hingga Rp 500 juta di pasar saat ini. Sementara itu, model Royal Oak berbahan stainless steel dapat berkisar antara Rp 600 juta hingga Rp 1,2 miliar, sebagaimana dirangkum dari situs Watch Charts.
Sementara itu, Patek Philippe sering dianggap sebagai 'holy grail' di kalangan kolektor karena produksinya yang sangat terbatas dan kemampuan nilai yang sangat kuat. Harga seri terbawah Patek Philippe, seperti Calatrava entry level, sudah dimulai dari kisaran Rp 180 juta hingga Rp 500 juta.
Model Patek Philippe yang lebih ikonik, seperti Nautilus, bahkan dapat mencapai harga fantastis, yakni antara Rp 1,8 miliar hingga Rp 7 miliar, belum termasuk seri Grand Complications yang harganya bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Contohnya, Patek Philippe Nautilus Chrono White Gold Blue Dial 40th Anniversary sempat dipamerkan di Jakarta Watch Exchange (JWX) 2026 dengan harga jual Rp 6,6 miliar.