JAKARTA, JakartaHype.com - Samsung Display dilaporkan menghadapi gangguan pasokan yang signifikan di pasar China sepanjang April ini. Berdasarkan laporan industri terbaru, seluruh pesanan layar yang dijadwalkan untuk bulan ini telah dibatalkan, sehingga tidak ada stok baru yang tersedia untuk pengiriman. Saat ini, para distributor terpaksa bergantung sepenuhnya pada inventaris yang ada akibat penghentian mendadak aliran pasokan tersebut.

Sebagaimana dikutip dari Gizmochina pada Selasa (14/4/2026), disebutkan bahwa telah ada konfirmasi internal mengenai ketiadaan stok untuk pengiriman periode April. Meski tanda-tanda gangguan awalnya hanya berupa keterlambatan pengiriman di awal bulan, situasi dengan cepat memburuk menjadi pembatalan pesanan secara total. Masalah ini dilaporkan berdampak langsung pada pesanan Distributor Purchase (DP) di seluruh wilayah China.

Dampak dari krisis pasokan ini mulai dirasakan secara luas oleh para distributor luring (offline). Banyak dari mereka, termasuk mitra distribusi utama seperti Hanlinhui dan Samsung Pengtai, telah menerima pemberitahuan resmi terkait kekosongan stok. Akibatnya, para distributor kini memasuki fase penghabisan inventaris tanpa adanya penambahan stok baru ke dalam rantai pasok.

Kondisi pasokan yang mengetat ini juga mulai memicu pergeseran harga. Hanlinhui dikabarkan telah melanjutkan pengiriman dalam jumlah terbatas pada 13 April lalu, namun tanpa skema subsidi. Hal ini menyebabkan kenaikan harga sekitar ¥100 (sekitar Rp225.000), yang menjadi sinyal meningkatnya biaya perolehan unit di tengah keterbatasan ketersediaan barang.

Di sisi lain, Samsung Pengtai terpantau masih terus menyuplai produk ke platform JD.com. Meski demikian, operasional mereka saat ini sepenuhnya hanya mengandalkan sisa inventaris yang ada karena belum adanya kepastian mengenai pasokan stok baru.

Gangguan ini mengindikasikan adanya krisis pasokan jangka pendek yang serius di pasar layar China. Selain berpotensi memicu kenaikan harga yang lebih luas di tingkat konsumen, situasi ini diduga mencerminkan adanya tantangan produksi atau kendala logistik yang tengah dihadapi dalam operasional internal Samsung Display.