JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan pesat teknologi kendaraan tanpa awak atau robotaxi kini semakin meluas di kancah global, menghadirkan tantangan serius bagi keberlangsungan profesi pengemudi transportasi daring. Tren futuristik ini telah melahirkan raksasa otomotif baru, khususnya di pasar Amerika Serikat dan Tiongkok.
Belakangan ini, uji coba layanan robotaxi juga telah merambah Uni Emirat Arab (UEA), menunjukkan bahwa teknologi ini bergerak cepat menuju wilayah Asia Tenggara. Kini, ‘gelombang’ robotaksi tersebut secara resmi telah menyentuh negara tetangga Indonesia, yakni Singapura.
Kehadiran layanan taksi otonom di Singapura merupakan buah dari kemitraan strategis antara WeRide, pemain global di bidang teknologi pengemudian otomatis, dan Grab, pemimpin pasar layanan ride-hailing di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Layanan publik untuk AI.R (Autonomously Intelligent Ride) ini dilaporkan telah dimulai sejak Selasa (31/3) kemarin, beroperasi di kawasan perumahan Punggol. Ini menandai dimulainya layanan penumpang otonom pertama yang diterapkan di lingkungan residensial Singapura.
Perusahaan menyatakan bahwa transisi menuju layanan publik ini melalui proses keterlibatan masyarakat yang sangat ketat dan terperinci. Sejak Januari 2026, lebih dari seribu penumpang, termasuk warga Punggol, telah menjajal layanan tersebut dan memberikan masukan berharga untuk penyempurnaan pengalaman perjalanan.
Hingga saat ini, armada AI.R yang digunakan telah berhasil menempuh jarak akumulatif sejauh 30.000 kilometer dalam kondisi operasi otonom yang diklaim aman.
"WeRide bangga menghadirkan layanan transportasi umum otonom pertama di Singapura di distrik Punggol. Pencapaian ini mencerminkan kesiapan teknologi kami dan komitmen bersama dengan Grab untuk memajukan masa depan mobilitas perkotaanm," ujar Kerry Xu, General Manager Singapura di WeRide, dilansir dari keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).
Kendaraan jenis GXR milik WeRide telah terbukti andal beroperasi sebagai taksi otomatis di beberapa negara lain seperti Arab Saudi dan Tiongkok. Kerry Xu berharap robotaxi di Singapura dapat menunjukkan kinerja yang sama solidnya seperti di pasar-pasar sebelumnya, selalu dalam koordinasi erat dengan otoritas setempat.
"Grab sangat senang dapat menghadirkan layanan kendaraan otonom pertama di area perumahan kepada publik. Layanan ini bukan hanya tentang mengerahkan kendaraan otonom canggih, tetapi juga tentang membangun masa depan di mana teknologi dan masyarakat bergerak maju bersama," kata Alejandro Osorio, Direktur Pelaksana Grab Singapura.