JAKARTAHYPE.COM - Setiap tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momen penting untuk merefleksikan fondasi negara. Namun, esensi peringatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kemegahan upacara dan pidato formal semata.
Agenda terpenting saat ini adalah memastikan implementasi nilai-nilai luhur Pancasila benar-benar terwujud dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini memerlukan lahirnya gerakan politik yang kuat, terstruktur, dan kolektif untuk mewujudkan cita-cita Pancasila di dunia nyata.
Pancasila harus dihidupkan sebagai praktik nyata, baik dalam ranah kehidupan pribadi, kolektif, maupun dalam sistem penyelenggaraan negara. Pertanyaannya adalah bagaimana mewujudkan praktik berpolitik yang benar-benar mencerminkan Pancasila.
Praktik politik yang ideal harus didasarkan pada musyawarah mufakat dan hikmah kebijaksanaan, bukan semata-mata politik kekuasaan yang mengedepankan kemenangan sesaat. Pengelolaan partai politik, misalnya, harus menjunjung tinggi kelima sila Pancasila.
Negara telah membentuk lembaga khusus untuk pembinaan ideologi Pancasila guna memastikan implementasi ini. Oleh karena itu, perlu ditelaah apakah nilai dasar Pancasila telah terlembagakan secara nyata dalam sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ketatanegaraan.
Melembagakan Pancasila cukup berfokus pada pokok-pokok nilai dasarnya yang melahirkan etika, alam pikiran, dan orientasi kebijakan yang adiluhung. Pelembagaan ini tidak perlu terlalu rinci hingga menyerupai pedoman praktis seperti yang pernah terjadi pada era Orde Baru.
Pancasila sejatinya adalah ideologi moderat yang memiliki sifat tengahan, tidak ekstrem dalam nilai-nilai kelima silanya. Ideologi ini tidak berwatak sekuler, liberal, kapitalistik, maupun marxisme, serta ideologi ekstrem lainnya.
Pancasila juga diyakini sejalan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama manapun, menunjukkan paham Pancasila yang moderat dalam memandang spiritualitas. Pandangan kebangsaan dan kenegaraan harus dijaga agar tetap moderat, tidak condong terlalu jauh ke kanan maupun ke kiri.