JAKARTAHYPE.COM - Tren kesehatan dan kebugaran (wellness) saat ini seringkali diasosiasikan dengan biaya tinggi dan rutinitas yang rumit. Namun, sebuah pendekatan baru yang lebih membumi dan mengedepankan kesederhanaan kini menjadi viral di internet, dikenal dengan istilah nonnamaxxing.
Tren ini terinspirasi langsung dari gaya hidup para nenek-nenek di Italia, atau yang dalam bahasa Italia disebut 'nonna'. Konsep ini mengajak masyarakat untuk kembali pada kebiasaan sehari-hari yang minim teknologi dan kaya akan interaksi nyata.
Nonnamaxxing berhasil menarik perhatian besar, terutama dari generasi muda seperti Gen Z, melalui platform seperti TikTok. Meskipun populer di kalangan muda, inti dari filosofi ini sangat relevan bagi semua kelompok usia yang mendambakan hidup lebih sehat dan seimbang.
Inti dari praktik nonnamaxxing adalah mengadopsi ritme hidup yang lebih lambat dan penuh kesadaran dalam setiap aktivitas. Hal ini mencakup kebiasaan seperti memasak makanan sendiri di rumah, rutin berjalan kaki santai, melakukan kegiatan berkebun, hingga menikmati waktu makan bersama keluarga.
Secara ilmiah, manfaat dari kebiasaan sederhana ini telah didukung oleh penelitian kesehatan. Sebagai contoh, sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine pada tahun 2020 menunjukkan bahwa berjalan cepat selama seperempat jam setiap hari mampu menurunkan risiko kematian dini.
Selain aktivitas fisik, memasak sendiri di rumah secara inheren meningkatkan kualitas nutrisi yang dikonsumsi seseorang. Ditambah lagi, momen makan bersama keluarga terbukti memberikan dampak positif signifikan, tidak hanya bagi kesehatan fisik namun juga bagi kesejahteraan mental.
Italia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki angka harapan hidup penduduknya tergolong sangat tinggi secara global. Wilayah Sardinia di kawasan Mediterania bahkan diakui sebagai salah satu 'Blue Zone' karena konsentrasi penduduk yang hidup hingga usia lanjut sangat tinggi di sana.
Pola hidup masyarakat di daerah Blue Zone seperti Sardinia—yang mencakup pergerakan aktif, konsumsi pangan alami, dan jalinan sosial yang erat—selama ini memang sering dikaitkan dengan umur panjang yang mereka nikmati.
Salah satu fokus utama dalam tren nonnamaxxing adalah mengurangi waktu yang dihabiskan di depan layar gawai atau perangkat digital lainnya. Hal ini sejalan dengan pandangan pakar kesehatan mental mengenai dampak paparan gadget yang berlebihan.