JAKARTAHYPE.COM - Jamu kunyit asam telah lama menjadi minuman andalan bagi banyak wanita Indonesia untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Salah satu manfaat yang paling sering dikaitkan dengan minuman tradisional ini adalah kemampuannya untuk meredakan rasa nyeri selama periode menstruasi atau haid.
Pertanyaan besar yang sering muncul adalah seberapa benar klaim bahwa jamu ini efektif meredakan nyeri haid. Untuk menjawab hal ini, pandangan dari seorang pakar kesehatan herbal menjadi sangat relevan dalam konteks pengobatan tradisional.
Dr dr Inggrid Tania MSi, yang menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), memberikan penjelasannya mengenai peran kunyit asam. Menurutnya, jamu ini memang dikenal secara turun-temurun sebagai salah satu ramuan yang dikonsumsi untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan saat menstruasi.
Lebih lanjut, efektivitas kunyit asam ternyata sangat dipengaruhi oleh waktu pengonsumsiannya. Mengonsumsi jamu ini sebelum masa haid tiba diyakini dapat menjadi strategi proaktif bagi tubuh dalam menghadapi gejala nyeri yang umum terjadi.
"Boleh diminum satu minggu sebelum menstruasi datang sampai selesai menstruasi," beber beliau saat mengisi siaran langsung di Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada hari Selasa, 16 Juni 2026.
Meskipun demikian, dr Inggrid menekankan pentingnya perspektif yang seimbang terkait pengobatan herbal. Beliau mengingatkan bahwa jamu, termasuk kunyit asam, bukanlah pengganti dari diagnosis dan penanganan medis profesional.
Apabila seorang wanita mengalami keluhan nyeri haid yang sangat berat atau berlangsung dalam durasi yang tidak wajar, langkah terbaik adalah segera mencari pertolongan medis. Ini penting untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan serius yang mendasari gejala tersebut.
Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab utama nyeri haid adalah kontraksi otot rahim yang terjadi saat menstruasi untuk membantu meluruhkan lapisan dinding rahim. Proses ini dipicu oleh zat kimia tertentu dalam tubuh, seperti hormon prostaglandin.
Tingkat prostaglandin yang lebih tinggi dalam tubuh diketahui berhubungan langsung dengan intensitas kram menstruasi yang dialami oleh seorang wanita. Umumnya, beberapa faktor lain juga dapat berkontribusi pada munculnya kram menstruasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.