JAKARTAHYPE.COM - Tren olahraga lambat yang kini tengah digandrungi banyak orang di media sosial, khususnya dari Korea Selatan, ternyata memiliki akar yang lebih panjang dari yang diperkirakan. Aktivitas yang dikenal sebagai slow jogging ini mulai menarik perhatian karena dianggap sebagai cara yang lebih ringan namun tetap efektif untuk menjaga kebugaran tubuh.

Olahraga slow jogging ini sendiri merupakan sebuah konsep yang diciptakan oleh seorang ahli fisiologi terkemuka asal Jepang, Prof. Dr. Hiroaki Tanaka. Beliau telah mendedikasikan penelitiannya untuk mengembangkan metode olahraga yang mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Prof. Tanaka tidak hanya mempopulerkan konsep ini di negaranya, namun juga telah menyebarkan ilmunya melalui publikasi buku. Karya-karyanya mengenai slow jogging telah diterjemahkan dan diterbitkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Polandia, menunjukkan jangkauan global dari metode ini.

Secara esensial, slow jogging didefinisikan sebagai aktivitas berlari dengan tempo yang sangat santai. Kecepatannya bahkan hanya sedikit di atas kecepatan berjalan kaki, berkisar antara 3 hingga 5 kilometer per jam.

Metode ini sangat mengutamakan kenyamanan pelakunya. Saat melakukan slow jogging, seseorang seharusnya masih mampu melakukan percakapan tanpa merasa terengah-engah.

"Saat melakukannya, seseorang masih dapat berbicara tanpa kehabisan napas atau menggunakan metode talk test," demikian kutipan mengenai cara melakukan slow jogging.

Metode "talk test" ini menjadi indikator utama untuk memastikan intensitas lari sudah sesuai. Jika seseorang masih bisa berbicara dengan lancar, maka kecepatan tersebut dianggap ideal untuk slow jogging.

Keunikan dari slow jogging adalah kemampuannya memberikan manfaat kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan. Berbeda dengan jogging konvensional yang mungkin terasa berat bagi sebagian orang, slow jogging menawarkan alternatif yang lebih ramah.

"Olahraga yang berasal dari Jepang ini mulai banyak diminati karena dinilai lebih ringan dibanding jogging konvensional, tetapi tetap mampu memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh," demikian penjelasan mengenai daya tarik slow jogging.