JAKARTAHYPE.COM - Kisah dramatis terjadi ketika seorang navigator pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat berhasil bertahan hidup hampir dua hari di wilayah Iran setelah pesawatnya ditembak jatuh. Keberhasilan evakuasi ini sangat bergantung pada sebuah perangkat teknologi mutakhir yang terpasang pada dirinya.
Penyelamat utama navigator tersebut adalah teknologi pelacak tempur yang dikenal sebagai Combat Survivor Evader Locator (CSEL). Perangkat elektronik mungil ini adalah kunci utama yang memungkinkan tim penyelamat Amerika menemukan posisinya sebelum pasukan Iran berhasil menangkapnya.
CSEL merupakan alat kecil dengan berat sekitar 800 gram yang terpasang pada rompi survival pilot. Ketika pilot terpaksa melakukan e-jet, alat ini secara otomatis tetap aktif dan terus menerus mengirimkan koordinat lokasi secara terenkripsi.
Selain koordinat GPS, perangkat ini juga mampu mengirimkan pesan standar yang telah dimuat sebelumnya, seperti status "terluka" atau "siap untuk dievakuasi." Navigator yang bertugas sebagai weapons systems officer tersebut dilaporkan mengalami cedera namun berhasil menjaga kerahasiaan lokasinya.
Selama nyaris 48 jam berada di zona musuh, navigator tersebut secara berkala mengirimkan sinyal GPS terenkripsi dengan interval tertentu. Tujuannya adalah memastikan ia tidak terdeteksi oleh sistem pengawasan elektronik milik Iran saat sedang dilacak oleh tim penyelamat AS.
Sinyal yang dipancarkan oleh CSEL menggunakan teknik frequency hopping cepat dan transmisi burst yang sangat pendek. Hal ini membuat deteksi oleh sistem perang elektronik lawan menjadi sangat sulit, mendekati mustahil.
"Ia memanjat tebing, merawat lukanya sendiri, dan menghubungi pasukan Amerika. Perangkat itu bekerja luar biasa dan menyelamatkan nyawanya," kata Donald Trump dalam pernyataannya.
CSEL dirancang untuk bertahan dalam kondisi operasional paling ekstrem, termasuk mampu berfungsi meski terendam air hingga kedalaman 10 meter. Daya tahan baterai siaganya bahkan mampu bertahan hingga 21 hari penuh.
Antarmuka perangkat ini juga didesain agar dapat digunakan dalam kegelapan total, di bawah tekanan tinggi, bahkan saat pilot mengenakan sarung tangan penerbangan tebal. Pilot memanfaatkan zona aman yang sudah terprogram untuk mengirimkan pembaruan terenkripsi setiap beberapa jam.