JAKARTAHYPE.COM - Memakai aroma parfum yang sama setiap hari memang memudahkan penandaan ciri khas diri. Namun, seiring waktu, aroma tersebut bisa menjadi kurang eksklusif karena banyak orang lain yang juga menggunakannya.

Untuk mengatasi hal ini, para pecinta wewangian kini beralih pada teknik layering atau memadukan dua jenis parfum berbeda. Tujuannya adalah menghasilkan kombinasi aroma yang lebih personal dan unik sesuai karakter pemakainya.

"Proses ini memungkinkan kamu menciptakan sesuatu yang personal dan dinamis," kata Gustavo Romero, seorang ahli parfum sekaligus pendiri Fragrance Alliance Network.

Romero menambahkan bahwa perpaduan yang tepat dari dua atau lebih wewangian dapat menghasilkan aroma yang secara akurat mencerminkan suasana hati dan kepribadian seseorang.

Namun, ahli parfum Christophe Laudamiel memberikan peringatan penting mengenai jumlah kombinasi yang digunakan. "Jika terlalu banyak aroma yang tumpang tindih, hasilnya akan terasa berlebihan, dan aroma utama menjadi keruh serta kurang jelas," tambah Laudamiel, yang merupakan ahli parfum di Generation by Osmo.

Para pakar menyarankan untuk memilih aroma yang saling melengkapi agar tercipta harmoni wangi yang indah. Romero menyarankan untuk membatasi paduan hanya pada dua aroma dengan nuansa yang serupa atau saling mendukung.

Terkait urutan aplikasi, wewangian hadir dalam berbagai bentuk dan tekstur yang perlu diperhatikan. Disarankan untuk mengaplikasikan produk dengan tekstur yang lebih berat, seperti minyak atau losion, sebagai lapisan dasar terlebih dahulu.

"Ini akan menciptakan lapisan yang lebih tahan lama," ujar Romero, menjelaskan bahwa tekstur minyak dan losion juga membantu mengunci kelembapan kulit, yang sangat penting bagi ketahanan aroma.

Setelah lapisan dasar diaplikasikan, barulah parfum semprot dapat ditambahkan di atasnya. Langkah ini merupakan bagian dari cara bagaimana teknik layering ini bekerja secara efektif.