JAKARTAHYPE.COM - Pengambilan Api Dharma dari Sumber Mata Air Abadi Mrapen akan menjadi momen sakral yang menandai dimulainya keseluruhan rangkaian perayaan Puncak Waisak Tahun 2026. Prosesi ini memiliki makna mendalam sebagai simbol penyalaan penerangan spiritual bagi umat Buddha.

Ritual penting ini direncanakan dilaksanakan tepat pada hari Selasa, 2 Juni 2026. Tanggal tersebut merupakan penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan menyambut hari raya suci Waisak tahun itu.

Acara sakral ini akan bertempat di Kompleks Candi Mrapen, yang terletak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Lokasi ini dipilih karena Mrapen dikenal sebagai sumber mata air yang dianggap suci oleh umat Buddha di Indonesia.

Tujuan utama dari pengambilan api ini adalah untuk menyediakan sumber api yang akan digunakan dalam berbagai ritual penyucian dan penerangan selama perayaan Waisak. Api ini melambangkan kebijaksanaan dan pencerahan ajaran Buddha.

Secara spesifik, prosesi tersebut akan diawali dengan ritual penyucian dan pengisian air suci dari sumber mata air abadi di Mrapen. Setelah itu, api akan diambil dan disemayamkan dengan penuh hormat.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdayasa, menyampaikan bahwa prosesi ini sangat penting bagi umat. "Pengambilan Api Dharma Mrapen ini merupakan titik awal dari seluruh rangkaian kegiatan untuk menyambut Waisak 2026," ujar Hartati Murdayasa.

Beliau juga menekankan pentingnya makna spiritual dari api yang diambil tersebut. "Api ini akan menjadi simbol penerangan bagi seluruh umat Buddha dalam menyambut hari besar keagamaan ini," kata Hartati Murdayasa.

Dikutip dari berbagai sumber, setelah prosesi di Mrapen selesai, api suci tersebut akan didistribusikan ke berbagai lokasi peribadatan. Ini bertujuan agar seluruh umat dapat merasakan atmosfer spiritual menjelang puncak perayaan Waisak.

Prosesi ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan dengan khidmat dan penuh penghormatan. Hal ini mencerminkan komitmen umat Buddha dalam melestarikan nilai-nilai luhur agama mereka.