TOKYO, JakartaHype.com – Industri hiburan dewasa di Jepang kerap memunculkan sosok-sosok unik yang menarik perhatian publik. Salah satunya adalah Kohey Nishi, seorang pria berusia 32 tahun yang menjadi perbincangan karena kondisi fisiknya yang menyerupai anak-anak di tengah profesinya sebagai aktor film dewasa.
Nishi memiliki postur tubuh dengan tinggi hanya 109 sentimeter dan berat badan 24 kilogram. Kondisi fisik yang tidak biasa ini disebabkan oleh mukopolisakaridosis, sebuah gangguan metabolisme langka yang menghambat pertumbuhan tulang dan perkembangan organ tubuh. Akibatnya, meski telah dewasa, penampilan fisik Nishi tetap terlihat seperti anak berusia lima tahun.
Alih-alih merasa rendah diri dengan keterbatasan fisiknya, Nishi justru melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang bisnis. Ia berhasil mengisi celah pasar dalam industri hiburan yang membutuhkan aktor dewasa dengan karakteristik fisik tertentu.
"Tidak ada orang dewasa yang tampak seperti anak-anak seperti saya. Ini bukan hanya untuk industri film dewasa saja," ujar Nishi dalam sebuah wawancara dengan Vice.
Selain berkarier sebagai aktor, Nishi juga aktif sebagai YouTuber dan konselor psikologis. Perjalanannya di industri film dewasa dimulai melalui peran sang mantan kekasih yang merupakan seorang sutradara. Sejak saat itu, ia mulai mendapatkan berbagai tawaran peran, termasuk memerankan karakter bayi atau anak-anak dalam produksi yang memang tidak memungkinkan untuk melibatkan anak di bawah umur secara hukum.
Nishi menyadari bahwa profesinya kerap mengundang kontroversi. Beberapa pihak menuduh perannya mempromosikan hal-hal yang melanggar hukum di banyak negara. Namun, ia menegaskan bahwa kehadirannya justru menjadi solusi legal bagi industri.
“Anda tidak bisa mempekerjakan anak-anak sungguhan, jadi saya mengisi celah di pasar tersebut,” jelasnya menanggapi kritik yang ada.
Di balik kariernya yang kontroversial, Nishi memiliki misi pribadi yang lebih mendalam. Melalui eksistensinya di dunia hiburan, ia ingin mendobrak stigma negatif dan mengakhiri tabu seputar kehidupan serta pemenuhan kebutuhan emosional bagi penyandang disabilitas. Meski sering mengeluhkan nyeri otot setelah menjalani proses syuting yang melelahkan, Nishi mengaku tetap bangga dapat menjalani hidupnya dengan mandiri dan produktif.