JAKARTAHYPE.COM - Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, kembali menempati posisi teratas sebagai menteri dengan akumulasi kekayaan terbesar dalam struktur Kabinet Merah Putih saat ini. Posisi ini menegaskan status finansialnya yang signifikan di antara jajaran pejabat negara.

Data terkini menunjukkan bahwa total harta kekayaan yang dimiliki oleh Ibu Widiyanti mencapai angka fantastis yakni sebesar Rp6,3 triliun. Jumlah ini menjadikannya sorotan utama dalam penelusuran transparansi kekayaan pejabat negara.

Perolehan data ini bersumber dari dokumen resmi yang diumumkan melalui situs resmi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dokumen tersebut merupakan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diperbarui.

Dilansir dari detikNews, dokumen tersebut secara spesifik merujuk pada hari Rabu, tanggal 24 Juni 2026, sebagai waktu publikasi informasi tersebut di media massa. Informasi ini menjadi acuan publik mengenai aset para menteri.

Lebih lanjut, proses pelaporan resmi LHKPN oleh Menteri Widiyanti dilakukan pada tanggal 27 Maret 2026. Penyerahan dokumen ini merupakan kewajiban periodik yang harus dipenuhi oleh setiap penyelenggara negara.

Dokumen LHKPN yang terekam tersebut memuat rincian lengkap mengenai total aset yang dimiliki oleh Menteri Widiyanti sepanjang tahun 2025. Ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi finansialnya pada periode tersebut.

Salah satu komponen signifikan dari total kekayaan tersebut adalah kepemilikan properti di wilayah ibu kota. Tercatat bahwa Ibu Widiyanti memiliki tujuh bidang tanah dan bangunan yang berlokasi strategis di Jakarta Selatan.

"Widiyanti tercatat punya tujuh bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan," ujar salah satu pihak yang menganalisis dokumen tersebut. Total nilai taksiran dari aset properti di Jakarta Selatan ini dilaporkan mencapai Rp161.064.665.000.

Angka tersebut setara dengan lebih dari Rp161 miliar, yang mana angka ini hanya merupakan sebagian dari total keseluruhan harta kekayaan yang dilaporkan. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas asetnya mungkin berada dalam bentuk investasi atau aset lainnya.