Jakarta, JakartaHype.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Future Festival (JFF) 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (05/06/2026).

Kegiatan tahunan yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta ini menjadi ruang kolaborasi untuk membahas berbagai isu strategis sekaligus merumuskan arah masa depan Jakarta.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, JFF menghadirkan suasana yang inklusif dan mampu melibatkan generasi muda dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dalam diskusi mengenai pembangunan kota.

“Acara seperti ini sangat penting karena menghadirkan berbagai kelompok masyarakat dalam satu ruang dialog. Keterlibatan anak muda dengan beragam latar belakang menjadi nilai tambah yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Pramono menilai Jakarta sebagai kota yang dihuni oleh masyarakat dengan latar budaya dan suku yang beragam. Oleh karena itu, pembangunan ibu kota harus diarahkan tidak hanya pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga pada upaya menciptakan kenyamanan dan rasa memiliki bagi seluruh warganya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kota perlu memperhatikan kemampuan Jakarta untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan di masa depan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Yang terpenting bukan hanya membangun infrastrukturnya, tetapi juga memastikan warga merasa memiliki Jakarta dan dapat hidup dengan nyaman di kota ini,” kata Pramono.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya akan terus menempatkan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pramono juga menyoroti masih adanya kesenjangan sosial di Jakarta. Meski menjadi pusat kegiatan ekonomi dan tempat berkumpulnya banyak kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, tingkat ketimpangan masih menjadi tantangan yang harus diatasi.

Karena itu, menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada warga yang berada dalam kondisi kurang beruntung agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Sebagai forum kolaboratif, Jakarta Future Festival 2026 menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, pelaku usaha, komunitas, organisasi nonpemerintah (NGO), hingga masyarakat umum. Melalui forum ini, para peserta diajak untuk bertukar gagasan dan berkontribusi dalam merumuskan arah pembangunan Jakarta ke depan.

Beragam agenda turut mewarnai pelaksanaan JFF 2026, di antaranya Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, Urban Study Case, pameran inovasi, serta booth UMKM yang menampilkan berbagai produk dan inovasi karya masyarakat.