JAKARTAHYPE.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam membongkar jaringan kejahatan siber berskala global. Operasi gabungan ini menargetkan sindikat yang diperkirakan telah menyebabkan kerugian finansial fantastis mencapai lebih dari US$20 juta atau setara dengan Rp342 miliar.

Dalam operasi besar tersebut, pihak berwenang tidak hanya menangkap pengembang utama di balik perangkat ilegal ini, tetapi juga menyita sejumlah domain penting yang menjadi tulang punggung operasional kejahatan mereka. Langkah strategis ini diambil untuk melumpuhkan infrastruktur digital yang digunakan para peretas dalam menjalankan aksinya.

"Penangkapan ini secara efektif memutus sumber daya utama yang selama ini dimanfaatkan oleh para penjahat siber untuk mendapatkan akses tidak sah ke berbagai akun milik korban," jelas pihak FBI dilansir dari The Hacker News pada Rabu (15/4/2026).

Jaringan kriminal ini diketahui menggunakan perangkat lunak siap pakai yang dikenal dengan nama W3LL. Perangkat tersebut menyediakan berbagai layanan ilegal yang sangat komprehensif, mulai dari alat phishing khusus, daftar distribusi email (milis), hingga akses langsung ke server-server yang telah berhasil diretas sebelumnya.

Secara teknis, perangkat W3LL memiliki kemampuan canggih untuk menyebarkan situs web palsu yang sangat mirip dengan situs aslinya, termasuk menyamar sebagai portal login resmi. Melalui metode manipulasi ini, sindikat W3LL dilaporkan telah berhasil mencuri kredensial akun milik ribuan korban di seluruh dunia.

Selain menyediakan alat peretasan, sebuah platform bernama W3LL Store juga berfungsi sebagai pasar gelap untuk menjual kredensial curian serta akses sistem tanpa izin. Antara tahun 2019 hingga 2023, toko online ini memfasilitasi transaksi berbagai akses ilegal, termasuk koneksi desktop jarak jauh bagi para pembeli.

"Layanan ini bukan sekadar aksi phishing biasa, melainkan telah bertransformasi menjadi sebuah platform kejahatan siber dengan fasilitas layanan yang sangat lengkap," kata Marlo Graham, Agen Khusus FBI Atlanta.

Berdasarkan hasil analisis mendalam, para pelaku di balik layanan ilegal ini diyakini telah aktif menjalankan operasinya sejak tahun 2017. Sebelum mengelola W3LL Store, mereka diketahui pernah mengembangkan alat penyebar spam email massal seperti PunnySender dan W3LL Sender yang sangat meresahkan.

Keberadaan W3LL Store sendiri pertama kali diendus oleh perusahaan keamanan Group-IB asal Singapura pada tahun 2023. Saat itu, dilansir dari laporan tersebut, pasar gelap ini tercatat melayani sekitar 500 pelaku ancaman yang membeli perangkat phishing W3LL Panel untuk melancarkan serangan penipuan email bisnis.